Bagaimana diabetes bisa merusak ginjal?
Ringkasan
Gula darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah kecil di ginjal yang bertugas menyaring darah. Tanda awalnya adalah albumin di urine, yang sering muncul bertahun-tahun sebelum ada keluhan. Karena itu penderita diabetes perlu cek urine dan eGFR setidaknya setahun sekali.
- Gula darah tinggi merusak penyaring kecil di ginjal.
- Tanda awal: albumin di urine.
- Penderita diabetes perlu cek ginjal setidaknya setahun sekali.

Diabetes adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal. Kerusakannya berjalan pelan dan sering tanpa keluhan.
Apa yang terjadi di ginjal?
Setiap ginjal punya jutaan penyaring kecil. Gula darah yang tinggi terus-menerus membuat penyaring ini bekerja terlalu keras dan lama-lama rusak, sehingga protein yang seharusnya tertahan ikut bocor ke urine.
Tanda yang perlu dicek
- Albumin di urine, terlihat dari tes rasio albumin terhadap kreatinin
- eGFR yang menurun dari tahun ke tahun
- Tensi yang ikut naik
Cara melindungi ginjal
- Jaga gula darah sesuai target dari dokter
- Kendalikan tekanan darah
- Cek urine dan eGFR rutin
- Hindari obat antinyeri tanpa resep dalam jangka panjang
Pertanyaan terkait
Kencing berbusa, kapan perlu khawatir?Cara membaca hasil eGFR dan stadium ginjalRujukan
- KDIGO CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini