Tanya jawabDasar

Bagaimana diabetes bisa merusak ginjal?

Ringkasan

Gula darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah kecil di ginjal yang bertugas menyaring darah. Tanda awalnya adalah albumin di urine, yang sering muncul bertahun-tahun sebelum ada keluhan. Karena itu penderita diabetes perlu cek urine dan eGFR setidaknya setahun sekali.

  • Gula darah tinggi merusak penyaring kecil di ginjal.
  • Tanda awal: albumin di urine.
  • Penderita diabetes perlu cek ginjal setidaknya setahun sekali.
Alat pengukur gula darah
Gambar: Roy Zuo, CC BY-SA 4.0
Video sumber: dr. Decsa Medika Hertanto, 4 Oktober 2026Tonton di Instagram

Diabetes adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal. Kerusakannya berjalan pelan dan sering tanpa keluhan.

Apa yang terjadi di ginjal?

Setiap ginjal punya jutaan penyaring kecil. Gula darah yang tinggi terus-menerus membuat penyaring ini bekerja terlalu keras dan lama-lama rusak, sehingga protein yang seharusnya tertahan ikut bocor ke urine.

Tanda yang perlu dicek

  • Albumin di urine, terlihat dari tes rasio albumin terhadap kreatinin
  • eGFR yang menurun dari tahun ke tahun
  • Tensi yang ikut naik

Cara melindungi ginjal

  • Jaga gula darah sesuai target dari dokter
  • Kendalikan tekanan darah
  • Cek urine dan eGFR rutin
  • Hindari obat antinyeri tanpa resep dalam jangka panjang

Pertanyaan terkait

Kencing berbusa, kapan perlu khawatir?Cara membaca hasil eGFR dan stadium ginjal

Rujukan

  1. KDIGO CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini