Darah dalam urine (hematuria): arti hasil eritrosit urine
Ringkasan
Hematuria berarti ada sel darah merah di urine. Hematuria mikroskopis ditetapkan bila ada 3 atau lebih eritrosit per lapang pandang besar di mikroskop, bukan dari strip saja. Penyebabnya bisa ringan seperti haid atau olahraga berat, bisa juga infeksi, batu, penyakit ginjal, atau tumor. Urine merah yang terlihat selalu perlu diperiksa dokter.
- Hematuria mikroskopis: 3 atau lebih eritrosit per LPB pada pemeriksaan mikroskop
- Strip darah positif perlu dipastikan dengan mikroskop karena sering positif palsu
- Haid dan olahraga berat bisa membuat hasil positif sementara
- Sel darah merah dismorfik dan silinder eritrosit mengarah ke sumber di ginjal
- Risiko tumor lebih tinggi pada laki-laki, usia lebih tua, dan perokok

Hematuria berarti ada sel darah merah (eritrosit) di urine. Kadang terlihat jelas karena urine berwarna merah, merah muda, atau seperti teh. Lebih sering, darahnya hanya ketahuan dari hasil urine lengkap saat medical check-up. Artikel ini membahas cara membaca hasil darah dan eritrosit di urine, penyebab yang sering, dan kapan perlu pemeriksaan lanjutan.
Dua jenis hematuria
- Hematuria makroskopis (terlihat). Darah tampak dengan mata telanjang. Jenis ini perlu diperiksa dokter, karena keganasan saluran kemih ditemukan pada sampai 30 sampai 40 persen orang dengan hematuria terlihat [2].
- Hematuria mikroskopis. Urine tampak biasa, tetapi sel darah merah terlihat di mikroskop. Pedoman American Urological Association (AUA) 2020 mendefinisikannya sebagai 3 atau lebih sel darah merah per lapang pandang besar (LPB) pada satu sampel urine yang diperiksa di mikroskop [1]. Pada kelompok ini, keganasan ditemukan pada sampai 5 persen orang [2].
Lab kamu mungkin memakai nilai rujukan sedikit berbeda, misalnya 0 sampai 2 per LPB. Bandingkan selalu dengan rentang yang tercetak di lembar hasilmu.
Strip “darah” berbeda dengan hitung eritrosit
Di lembar hasil biasanya ada dua baris yang mirip. Baris “darah” atau “blood” berasal dari strip celup. Strip ini mendeteksi aktivitas kimia dari hemoglobin, sehingga juga bereaksi terhadap hemoglobin bebas dan mioglobin (protein otot) walaupun tidak ada sel darah merah utuh [3]. Kepekaan strip lebih dari 90 persen, tetapi hasil positif palsunya bisa sampai 35 persen [2]. Karena itu AUA meminta hematuria ditetapkan dari pemeriksaan mikroskop, yaitu baris “eritrosit” pada bagian sedimen [1][2].
Darah haid adalah penyebab positif palsu yang sering [3]. Kalau kamu diperiksa saat haid atau beberapa hari sesudahnya, ulangi tes setelah haid selesai.
Penyebab yang sering
Pada orang dengan hematuria mikroskopis, penyebabnya tidak ditemukan pada 43 sampai 68 persen kasus. Penyebab yang ditemukan antara lain infeksi saluran kemih (4 sampai 22 persen), pembesaran prostat jinak (10 sampai 13 persen), batu saluran kemih (4 sampai 5 persen), dan kanker kandung kemih (2 sampai 4 persen) [2].
- Penyebab sementara. Olahraga berat, infeksi atau sakit virus, haid, benturan, dan tindakan urologi yang baru dilakukan [2]. Hematuria karena olahraga biasanya hilang, dan urine yang diperiksa ulang 48 sampai 72 jam kemudian semestinya sudah bersih [3].
- Infeksi saluran kemih. Biasanya disertai leukosit dan nitrit positif serta keluhan nyeri saat kencing. Penjelasannya ada di artikel leukosit dan nitrit di urine. Darah yang masih ada setelah infeksi sembuh perlu diperiksa lebih lanjut [2].
- Batu ginjal atau batu saluran kemih. Sering disertai nyeri hebat di pinggang yang menjalar ke perut bawah. Baca apa itu batu ginjal dan nyeri pinggang karena batu ginjal.
- Penyakit glomerulus. Darah yang berasal dari saringan ginjal biasanya disertai protein urine yang cukup banyak, silinder eritrosit, dan sel darah merah yang bentuknya berubah (dismorfik) [3]. Lihat juga protein urine positif.
- Tumor kandung kemih atau ginjal. Risikonya lebih tinggi pada laki-laki, usia di atas 35 tahun, dan perokok [2].
Pemeriksaan lanjutan
Langkah pertama biasanya mengulang urine lengkap dengan mikroskop, setelah penyebab sementara lewat. Bila darah berasal dari penyebab ginekologis atau penyebab jinak di saluran kemih seperti infeksi, AUA menyarankan urine diperiksa ulang setelah penyebab itu beres [1].
Bila hematuria menetap, AUA membagi pasien menjadi risiko rendah, sedang, dan tinggi untuk keganasan. Pembagiannya memakai usia, jenis kelamin, riwayat merokok dan faktor risiko kanker saluran kemih lain, jumlah sel darah merah, apakah hematuria menetap, dan apakah pernah ada hematuria terlihat [1]. Dari kelompok risiko itu, dokter urologi menentukan bersama pasien perlu tidaknya sistoskopi (teropong kandung kemih) dan pencitraan ginjal serta saluran kemih atas [1].
Bila ada sel darah merah dismorfik, silinder sel, protein urine, kreatinin naik, atau tekanan darah tinggi, dokter biasanya merujuk ke spesialis ginjal sekaligus urologi [2]. Hasil kreatinin dan eGFR membantu menilai fungsi ginjal.
Orang yang minum obat pengencer darah tetap perlu diperiksa bila ada hematuria. Obat ini tidak dianggap cukup menjelaskan darah di urine [2]. Jangan menghentikan obatnya sendiri, bicarakan dengan dokter.
Persiapan sebelum tes
Tidak perlu puasa. Hindari olahraga berat sehari sebelumnya, jangan periksa saat haid, dan tampung urine porsi tengah setelah membersihkan area kelamin. Bila kamu pernah melihat urine berwarna merah walau sekali dan sekarang sudah jernih, tetap sampaikan ke dokter.
Kapan harus ke dokter?
- Urine merah, cokelat, atau berisi gumpalan darah, walau hanya sekali
- Darah di urine disertai demam dan nyeri pinggang
- Nyeri pinggang hebat yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan
- Darah di urine disertai bengkak, protein urine, atau kreatinin naik
- Hematuria menetap pada perokok atau orang berusia di atas 35 tahun
Pertanyaan terkait
Urine lengkap (urinalisis): cara membaca hasilnyaApa itu batu ginjal dan kenapa bisa terbentuk?Leukosit dan nitrit di urine: tanda infeksi saluran kemih?Protein urine positif: artinya dan pemeriksaan lanjutanRujukan
- Barocas DA, Boorjian SA, Alvarez RD, et al. Microhematuria: AUA/SUFU Guideline. J Urol. 2020;204(4):778-786. PMID 32698717 Lihat sumber
- Sharp VJ, Barnes KT, Erickson BA. Assessment of asymptomatic microscopic hematuria in adults. Am Fam Physician. 2013;88(11):747-754. PMID 24364522 Lihat sumber
- Simerville JA, Maxted WC, Pahira JJ. Urinalysis: a comprehensive review. Am Fam Physician. 2005;71(6):1153-1162. PMID 15791892 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini