Prediabetes: arti hasil gula darah yang di tengah-tengah
Ringkasan
Prediabetes berarti gula darah di atas normal tetapi belum diabetes. Menurut ADA, batasnya gula darah puasa 100 sampai 125 mg/dL, gula darah 2 jam TTGO 140 sampai 199 mg/dL, atau HbA1c 5,7 sampai 6,4%. Uji DPP menunjukkan turun berat badan 7% dan aktif 150 menit per minggu menurunkan kejadian diabetes 58%. Cek ulang minimal setahun sekali.
- Prediabetes: gula darah puasa 100 sampai 125, TTGO 2 jam 140 sampai 199 mg/dL, atau HbA1c 5,7 sampai 6,4%
- Makin dekat ke batas atas, makin besar risiko menjadi diabetes
- Dalam uji DPP, program gaya hidup menurunkan kejadian diabetes 58%, metformin 31%
- Target praktis: turun berat badan 5 sampai 7% dan aktif minimal 150 menit per minggu
- Periksa ulang setidaknya setahun sekali

Prediabetes adalah keadaan ketika gula darah atau HbA1c sudah di atas normal, tetapi belum mencapai batas diabetes [1]. Banyak orang baru tahu dirinya prediabetes dari hasil medical check-up, karena keadaan ini hampir tidak menimbulkan keluhan. Kabar baiknya, pada tahap ini perjalanan ke diabetes masih bisa diperlambat.
Batas prediabetes
American Diabetes Association (ADA) menetapkan prediabetes bila salah satu dari tiga hasil berikut berada di rentang tengah [1]:
| Pemeriksaan | Normal | Prediabetes | Diabetes |
|---|---|---|---|
| Gula darah puasa | di bawah 100 mg/dL | 100 sampai 125 mg/dL | 126 mg/dL atau lebih |
| Gula darah 2 jam TTGO | di bawah 140 mg/dL | 140 sampai 199 mg/dL | 200 mg/dL atau lebih |
| HbA1c | di bawah 5,7% | 5,7 sampai 6,4% | 6,5% atau lebih |
Gula darah puasa yang masuk rentang tengah disebut glukosa puasa terganggu (GDPT). Gula darah 2 jam TTGO yang masuk rentang tengah disebut toleransi glukosa terganggu (TGT) [1]. Kamu cukup memenuhi satu kriteria untuk disebut prediabetes. Tetap bandingkan dengan nilai rujukan di lembar hasil lab kamu, karena cara pelaporan bisa berbeda.
Seberapa besar risikonya berlanjut
ADA menekankan bahwa risiko ini bertingkat. Risiko sudah mulai naik sedikit di bawah batas bawah, dan makin tinggi angkanya, makin besar risikonya [1]. Contoh dari data HbA1c yang dikutip ADA: orang dengan HbA1c 5,5 sampai 6,0% punya peluang 9 sampai 25% menjadi diabetes dalam 5 tahun, sedangkan HbA1c 6,0 sampai 6,5% punya peluang 25 sampai 50% [1]. Jadi HbA1c 6,3% perlu perhatian lebih serius dibanding 5,7%, walau keduanya disebut prediabetes.
Bukti bahwa diabetes bisa ditunda
Bukti paling kuat datang dari uji klinis Diabetes Prevention Program (DPP) di Amerika Serikat. Studi ini melibatkan 3.234 orang dewasa yang gula darah puasa dan gula darah setelah beban glukosanya sudah tinggi, tetapi belum diabetes. Rata-rata usia mereka 51 tahun dan indeks massa tubuh rata-rata 34 [3]. Peserta dibagi ke tiga kelompok: program gaya hidup, obat metformin, atau plasebo.
Program gaya hidup punya dua target: menurunkan berat badan minimal 7% dan bergerak aktif minimal 150 menit per minggu [3]. Setelah rata-rata 2,8 tahun, kasus diabetes baru per 100 orang per tahun adalah 11,0 pada plasebo, 7,8 pada metformin, dan 4,8 pada program gaya hidup [3]. Dibanding plasebo, program gaya hidup menurunkan kejadian diabetes 58% dan metformin 31% [3].
Analisis lanjutan yang dikutip ADA menunjukkan bahwa penurunan berat badan adalah faktor terpenting: tiap 1 kg berat badan yang turun dikaitkan dengan penurunan risiko 16% [2]. Peserta yang mencapai 150 menit aktivitas per minggu tetap mendapat penurunan risiko 44% walau target berat badannya belum tercapai [2]. Manfaatnya juga bertahan lama, dengan penurunan risiko 27% setelah 15 tahun pemantauan [2].
Perlu dicatat, bukti pencegahan ini paling kuat pada orang dengan TGT. Untuk orang yang hanya punya GDPT, atau prediabetes yang hanya terlihat dari HbA1c, buktinya belum sekuat itu [1].
Yang bisa kamu lakukan
ADA menyarankan orang dewasa dengan kelebihan berat badan dan risiko tinggi untuk menurunkan dan menjaga berat badan setidaknya 5 sampai 7% dari berat awal, lewat pola makan sehat dengan kalori yang dikurangi dan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu [2]. Pola makan yang disebut ADA antara lain pola Mediterania dan pola rendah karbohidrat [2].
- Untuk orang dengan berat 80 kg, 7% berarti sekitar 5,6 kg.
- 150 menit bisa dibagi menjadi 30 menit jalan cepat, 5 hari dalam seminggu. Jalan cepat adalah contoh aktivitas yang dipakai dalam DPP [2].
- Kalau ingin tahu apakah berat badan dan lingkar perut kamu berlebih, baca IMT dan lingkar perut.
Pada sebagian orang dengan risiko sangat tinggi, misalnya indeks massa tubuh 35 atau lebih, gula darah puasa 110 mg/dL atau lebih, HbA1c 6,0% atau lebih, atau riwayat diabetes saat hamil, ADA menyarankan dokter mempertimbangkan metformin [2]. Keputusan ini dibuat bersama dokter, bukan dimulai sendiri.
Kapan dicek ulang
ADA menyarankan orang dengan prediabetes diperiksa untuk melihat apakah sudah berkembang menjadi diabetes setidaknya setahun sekali, dan lebih sering bila risikonya tinggi [2]. Tes yang dipakai bisa gula darah puasa, HbA1c, atau TTGO [1]. Kalau suatu saat gula darah berlanjut menjadi diabetes, pemeriksaan fungsi ginjal menjadi bagian rutin. Baca bagaimana diabetes merusak ginjal.
Kapan harus ke dokter?
- Hasil gula darah atau HbA1c sudah masuk rentang diabetes pada tes ulang
- Sering haus, sering kencing, atau berat badan turun tanpa sebab
- HbA1c 6,0% atau lebih, atau gula darah puasa 110 mg/dL atau lebih, dan belum pernah dibahas dengan dokter
- Pernah diabetes saat hamil dan belum diperiksa ulang dalam 1 sampai 3 tahun terakhir
Pertanyaan terkait
Gula darah puasa: nilai normal, prediabetes, dan diabetesHbA1c: arti angka dan target untuk penderita diabetesIMT dan lingkar perut: cara menghitung dan batas untuk orang AsiaGula darah 2 jam dan TTGO: cara membaca hasilnyaRujukan
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S27-S49 Lihat sumber
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. 3. Prevention or Delay of Diabetes and Associated Comorbidities: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S50-S60 Lihat sumber
- Knowler WC, Barrett-Connor E, Fowler SE, et al. Reduction in the incidence of type 2 diabetes with lifestyle intervention or metformin. N Engl J Med. 2002;346(6):393-403 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini