NS1, IgM, dan IgG dengue: cara membaca hasil tes demam berdarah
Ringkasan
NS1 mendeteksi virus dengue dan paling berguna di sekitar 5 hari pertama demam. IgM mulai terdeteksi sekitar hari ke-5, sedangkan IgG tinggi sejak awal menandakan infeksi dengue kedua. NS1 negatif di awal belum menyingkirkan dengue. Tes ini menjawab apakah ini dengue, sedangkan berat ringannya dipantau lewat trombosit dan hematokrit.
- NS1 paling berguna di awal demam, sebelum antibodi terbentuk
- IgM terdeteksi pada sekitar 80% pasien di hari ke-5 dan 99% di hari ke-10
- IgG tinggi di awal sakit mengarah ke infeksi dengue kedua
- NS1 atau IgM negatif tidak menyingkirkan dengue
- Hematokrit naik dan trombosit turun cepat di sekitar hari ke-3 sampai ke-7 adalah tanda bahaya

Saat demam dan dicurigai demam berdarah dengue (DBD), dokter bisa meminta tiga tes: NS1, IgM, dan IgG. Ketiganya mengukur hal yang berbeda dan muncul pada waktu yang berbeda selama sakit. Karena itu, hasil tes dengue hanya bisa dibaca dengan benar bila kamu tahu sudah hari keberapa demam.
Lembar hasil biasanya menulis “reaktif” atau “nonreaktif”, atau memberi angka dengan batas tertentu. Ikuti batas yang tercetak di lembar lab kamu sendiri, karena tiap merek tes berbeda.
Apa yang diukur
- NS1 adalah protein yang dilepas virus dengue saat sedang berkembang biak. Jadi NS1 menandakan virusnya sendiri, bukan respons tubuh [3].
- IgM adalah antibodi yang dibuat tubuh paling awal untuk melawan infeksi [1].
- IgG adalah antibodi yang muncul lebih lambat dan bertahan lama, bahkan bisa seumur hidup [1].
Kapan masing-masing positif
NS1: hari-hari pertama demam. Virus dengue bisa ditemukan di darah selama 4 sampai 5 hari pertama sakit [1]. Menurut panduan WHO 2025, NS1 bisa terdeteksi sampai 9 hari setelah gejala mulai pada infeksi pertama, dan sampai sekitar 6 hari pada infeksi kedua [2]. Karena itu NS1 paling berguna diperiksa di awal demam.
IgM: mulai sekitar hari ke-5. IgM terdeteksi pada 50% pasien di hari ke-3 sampai ke-5, sekitar 80% di hari ke-5, dan 99% di hari ke-10 [1]. Kadarnya memuncak sekitar dua minggu setelah gejala, lalu turun dan biasanya hilang dalam 2 sampai 3 bulan [1].
IgG: tergantung pernah kena dengue atau belum. Pada infeksi pertama, IgG baru muncul dengan kadar rendah di akhir minggu pertama [1]. Pada infeksi kedua dengan tipe virus dengue yang berbeda, IgG naik cepat dan sudah tinggi sejak fase awal, sementara IgM bisa rendah atau tidak terdeteksi [1][2]. Pada infeksi kedua, IgM tidak terdeteksi pada lebih dari 20% kasus [3].
Membaca kombinasi hasil
| NS1 | IgM | IgG | Kemungkinan arti |
|---|---|---|---|
| Positif | Negatif | Negatif | Dengue fase awal, kemungkinan infeksi pertama [2] |
| Positif atau negatif | Positif | Negatif | Infeksi dengue yang sedang berlangsung atau baru terjadi, kemungkinan infeksi pertama [1][2] |
| Positif atau negatif | Positif atau negatif | Positif tinggi | Mengarah ke infeksi kedua bila disertai NS1 atau IgM positif [2] |
| Negatif | Negatif | Positif | Bisa sisa infeksi lama; belum tentu sedang sakit dengue [3] |
| Negatif | Negatif | Negatif | Belum tentu bebas dengue, terutama bila diperiksa terlalu dini atau terlambat [2][3] |
Tabel ini hanya panduan kasar. Dokter tetap menilai bersama keluhan, hari demam, dan hasil darah lengkap.
Kenapa NS1 negatif belum tentu bukan dengue
Sensitivitas tes NS1 berbeda antar merek, dari sekitar 77% sampai 96% pada evaluasi yang dirangkum Raafat dkk. [3]. Pada infeksi kedua, NS1 terikat antibodi yang sudah ada sehingga lebih sulit terdeteksi dan masa positifnya lebih pendek [2][3]. Hasil IgM yang negatif juga tidak menyingkirkan dengue [2]. Tes kombinasi NS1 dan IgM sekaligus membantu menangkap infeksi di fase awal maupun fase lanjut [3][4]. Kalau hasil awal negatif tetapi gejalanya khas, dokter bisa meminta tes ulang beberapa hari kemudian.
Ada juga hasil positif palsu. Antibodi dengue bisa bereaksi silang dengan virus sejenis seperti Zika atau dengan vaksin demam kuning [3][4]. IgM juga bisa bertahan sekitar 60 hari, sehingga IgM positif tidak selalu berarti infeksi saat ini [3]. Untuk kepastian, lab rujukan kadang membandingkan dua sampel darah yang diambil dengan jarak 10 sampai 14 hari [2].
Kenapa trombosit dan hematokrit dipantau
Tes NS1, IgM, dan IgG membantu menjawab apakah ini dengue, tetapi tidak menunjukkan seberapa berat penyakitnya. Untuk itu dokter memantau darah lengkap secara berkala.
Fase kritis dengue biasanya terjadi sekitar saat demam turun, kira-kira hari ke-3 sampai ke-7 [1]. Pada fase ini pembuluh darah bisa bocor, cairan darah keluar dari pembuluh, dan hematokrit (kepekatan darah) naik [1]. Kebocoran yang bermakna biasanya berlangsung 24 sampai 48 jam [1]. Penurunan leukosit yang terus berlanjut, diikuti turunnya trombosit dengan cepat, biasanya mendahului kebocoran ini [1]. WHO memasukkan kenaikan hematokrit bersamaan dengan penurunan trombosit yang cepat sebagai salah satu tanda bahaya [1]. Itulah sebabnya orang yang merasa membaik saat demam turun tetap perlu kontrol. Baca juga trombosit turun pada demam berdarah dan trombosit: nilai normal.
Persiapan
Tes dengue tidak perlu puasa. Catat tanggal mulai demam dan sampaikan ke dokter, karena tanpa informasi hari demam hasil tes sulit ditafsirkan. Bila demam disertai keluhan lain dan dokter juga mencurigai tifus, lihat tes Widal untuk tifus.
Kapan harus ke dokter?
- Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus
- Mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau BAB hitam
- Lemas berat, gelisah, tangan dan kaki dingin, atau jarang buang air kecil
- Hematokrit naik bersamaan dengan trombosit yang turun cepat
- Sesak napas atau perut membesar saat demam mulai turun
Pertanyaan terkait
Trombosit turun saat demam berdarah: kapan berbahayaTrombosit: nilai normal, arti rendah dan tinggiLeukosit tinggi dan rendah: arti hasil sel darah putihDarah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksaRujukan
- World Health Organization. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. Geneva: WHO; 2009 Lihat sumber
- World Health Organization. Laboratory testing for dengue virus: interim guidance, April 2025. Geneva: WHO; 2025 Lihat sumber
- Raafat N, Blacksell SD, Maude RJ. A review of dengue diagnostics and implications for surveillance and control. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2019;113(11):653-660 Lihat sumber
- Muller DA, Depelsenaire ACI, Young PR. Clinical and laboratory diagnosis of dengue virus infection. J Infect Dis. 2017;215(suppl_2):S89-S95 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini