PanduanUlasan ilmiahDasar

Darah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksa

Ringkasan

Darah lengkap atau hematologi rutin menghitung sel darah merah (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, MCV, MCH, MCHC, RDW), sel darah putih beserta hitung jenisnya, dan trombosit. Sebagian lab menambahkan LED. Tes ini umumnya tidak perlu puasa. Bandingkan hasilmu dengan rentang rujukan di lembar lab sendiri, karena nilai normal berbeda antar lab, usia, dan jenis kelamin.

  • Darah lengkap memeriksa sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam satu tabung
  • MCV dan RDW membantu dokter membedakan jenis anemia
  • Hitung jenis memecah leukosit menjadi netrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil
  • Umumnya tidak perlu puasa kecuali digabung dengan tes gula atau kolesterol
  • Sekitar 5% orang sehat punya angka sedikit di luar rentang normal
Tabung darah bertutup ungu berisi EDTA untuk pemeriksaan darah lengkap
Gambar: Ajay Kumar Chaurasiya, CC BY-SA 4.0

Pemeriksaan darah lengkap, sering ditulis “hematologi rutin” atau CBC (complete blood count), adalah salah satu tes lab yang paling sering diminta dokter. Darah diambil dari lengan, dimasukkan ke tabung bertutup ungu yang berisi antibeku EDTA, lalu dihitung oleh mesin penghitung sel otomatis [1]. Hasilnya menggambarkan tiga kelompok sel: sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (keping darah).

Artikel ini menjelaskan isi lembar hasilnya satu per satu. Kalau kamu baru pertama kali membaca hasil lab, baca juga cara membaca hasil lab. Selalu bandingkan angkamu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar hasil lab kamu sendiri, karena rentang normal berbeda antar laboratorium, usia, dan jenis kelamin.

Kelompok sel darah merah

Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin adalah protein pengangkut oksigen di dalam sel darah merah. Angka ini dipakai untuk menentukan anemia (kurang darah). Menurut WHO, orang dewasa disebut anemia bila Hb di bawah 13,0 g/dL pada laki-laki dan di bawah 12,0 g/dL pada perempuan yang tidak hamil [2]. Penjelasan lengkap ada di artikel hemoglobin: nilai normal, arti rendah dan tinggi.

Hematokrit (Ht)

Hematokrit adalah persentase volume darah yang diisi sel darah merah. Informasinya kurang lebih setara dengan hemoglobin, jadi keduanya biasanya naik dan turun bersamaan [1]. Hematokrit tinggi bisa muncul saat tubuh kekurangan cairan karena darah menjadi lebih pekat.

Eritrosit (jumlah sel darah merah)

Ini adalah jumlah sel darah merah per volume darah. Angka ini berguna bila dibaca bersama ukuran sel. Contohnya, jumlah eritrosit yang normal atau malah tinggi padahal Hb rendah dan selnya kecil adalah petunjuk khas pembawa sifat thalassemia [1].

MCV, MCH, MCHC

Ketiganya disebut indeks eritrosit. MCV (mean corpuscular volume) adalah ukuran rata-rata satu sel darah merah, dan menjadi parameter kunci untuk mengelompokkan jenis anemia [1]. Rujukan Mayo Clinic untuk dewasa kira-kira 81 sampai 98 fL [1]. MCV kecil sering terlihat pada kekurangan zat besi dan thalassemia, sedangkan MCV besar bisa terkait kekurangan vitamin B12 atau folat. MCH adalah rata-rata jumlah hemoglobin per sel, dan MCHC adalah kepekatan hemoglobin di dalam sel. Keduanya biasanya ikut rendah ketika sel darah merah tampak pucat dan kecil.

RDW

RDW (red cell distribution width) menunjukkan seberapa beragam ukuran sel darah merah. Rujukan Mayo Clinic kira-kira 11,8 sampai 15,6% [1]. RDW yang naik bersama MCV kecil lebih mengarah ke kekurangan zat besi daripada thalassemia [1].

Sel darah putih (leukosit) dan hitung jenis

Leukosit adalah sel pertahanan tubuh. Pada orang dewasa, nilai normal yang sering dipakai adalah 4.500 sampai 11.000 sel per mikroliter [3]. Hitung jenis memecah angka itu menjadi lima tipe sel: netrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil [1]. Tiap tipe punya arti sendiri, misalnya eosinofil sering naik pada alergi atau infeksi cacing [3]. Arti leukosit tinggi dan rendah dibahas di leukosit tinggi dan rendah.

Trombosit

Trombosit adalah keping darah yang membantu pembekuan. Rujukan Mayo Clinic untuk dewasa adalah 150.000 sampai 450.000 per mikroliter [1]. Trombosit rendah sering ditanyakan saat demam, terutama karena demam berdarah. Lihat trombosit: nilai normal dan trombosit turun pada demam berdarah.

LED (laju endap darah)

Sebagian laboratorium memasukkan LED ke dalam paket darah lengkap. LED mengukur seberapa cepat sel darah merah mengendap di tabung. Angka ini naik pada peradangan, tetapi tidak spesifik: banyak kondisi lain ikut memengaruhinya, jadi LED hanya berguna bila dibaca bersama keluhan dan pemeriksaan fisik [4].

Contoh nilai rujukan dewasa

ParameterContoh rentang rujukan
HemoglobinAnemia bila di bawah 13,0 g/dL (laki-laki) atau 12,0 g/dL (perempuan tidak hamil) [2]
MCVSekitar 81 sampai 98 fL [1]
RDWSekitar 11,8 sampai 15,6% [1]
Leukosit4.500 sampai 11.000 per mikroliter [3]
Trombosit150.000 sampai 450.000 per mikroliter [1]

Angka di tabel ini hanya contoh dari sumber rujukan. Lab kamu bisa memakai rentang yang sedikit berbeda.

Persiapan sebelum tes

Darah lengkap umumnya tidak memerlukan puasa. Kalau dokter memintanya bersamaan dengan gula darah atau kolesterol, aturan puasanya mengikuti tes yang lain itu. Baca puasa sebelum cek darah untuk rinciannya. Sampaikan ke petugas bila kamu sedang demam, baru donor darah, atau sedang minum obat tertentu.

Kenapa nilai rujukan bisa beda

Rentang normal dibuat dari kelompok orang sehat. Artinya, sekitar 5% orang sehat tetap punya angka di luar rentang itu [1]. Jenis kelamin dan asal etnis juga berpengaruh. Pada perempuan, nilai sel darah merah cenderung lebih rendah dan trombosit lebih tinggi dibanding laki-laki [1]. Karena itu, satu angka yang sedikit di luar rentang belum tentu berarti sakit. Dokter akan melihat pola keseluruhan, membandingkan dengan hasil kamu sebelumnya, dan bila perlu mengulang tes atau memeriksa sediaan apus darah di bawah mikroskop [1].

Pada orang dengan penyakit ginjal kronis, darah lengkap rutin dipakai untuk memantau anemia. Kalau kamu sedang mengikuti kontrol ginjal, lihat juga apa itu penyakit ginjal kronis.

Kapan harus ke dokter?

  • Hemoglobin di bawah 8 g/dL, atau kamu sangat pucat, sesak, berdebar, atau mudah pingsan
  • Trombosit rendah disertai mimisan, gusi berdarah, bintik merah di kulit, atau BAB hitam
  • Leukosit sangat tinggi atau sangat rendah disertai demam, berat badan turun, atau mudah memar
  • Demam tinggi disertai nyeri perut, muntah terus, atau lemas berat

Pertanyaan terkait

Hemoglobin (Hb): nilai normal, arti rendah dan tinggiLeukosit tinggi dan rendah: arti hasil sel darah putihTrombosit: nilai normal, arti rendah dan tinggiCara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuan

Rujukan

  1. Tefferi A, Hanson CA, Inwards DJ. How to interpret and pursue an abnormal complete blood cell count in adults. Mayo Clin Proc. 2005;80(7):923-36 Lihat sumber
  2. World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: WHO; 2024 Lihat sumber
  3. Riley LK, Rupert J. Evaluation of patients with leukocytosis. Am Fam Physician. 2015;92(11):1004-11 Lihat sumber
  4. Bray C, Bell LN, Liang H, et al. Erythrocyte sedimentation rate and C-reactive protein measurements and their relevance in clinical medicine. WMJ. 2016;115(6):317-21 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini