PanduanPedoman klinisPengobatan

Trigliserida tinggi: penyebab dan cara menurunkan

Ringkasan

Trigliserida puasa yang diinginkan di bawah 150 mg/dL, atau di bawah 175 mg/dL bila tidak puasa. Di atas 500 mg/dL tergolong sangat tinggi, dan di atas 880 mg/dL perlu rujukan karena risiko pankreatitis. Penyebab tersering adalah gula dan karbohidrat olahan, alkohol, kegemukan, dan diabetes tidak terkontrol. Gaya hidup bisa menurunkannya 20 sampai 50%.

  • Diinginkan di bawah 150 mg/dL saat puasa, di bawah 175 mg/dL tanpa puasa
  • Di atas 880 mg/dL perlu rujukan karena risiko radang pankreas
  • Gula, karbohidrat olahan, alkohol, kegemukan, dan diabetes tidak terkontrol adalah penyebab tersering
  • Berhenti alkohol, turun berat badan, dan olahraga aerobik menurunkan trigliserida dengan nyata
  • Obat dipilih berdasarkan risiko jantung keseluruhan, statin pilihan pertama pada risiko tinggi
Dua kantong plasma darah, yang kiri tampak keruh seperti susu karena kadar lemak darah tinggi
Gambar: DiverDave, CC BY-SA 3.0

Trigliserida adalah bentuk utama lemak yang disimpan tubuh sebagai cadangan energi. Kalori yang tidak langsung terpakai, terutama dari gula, tepung olahan, dan alkohol, diubah menjadi trigliserida. Angkanya muncul di profil lemak bersama kolesterol total, LDL, dan HDL.

Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan di lembar lab kamu sendiri, dan perhatikan apakah darahmu diambil saat puasa atau tidak, karena batasnya berbeda.

Batas nilai trigliserida

KeadaanBatas
Diinginkan, sampel puasaDi bawah 150 mg/dL [1]
Ditandai tidak normal, sampel tidak puasa175 mg/dL atau lebih [1]
Batas tinggi150 sampai 199 mg/dL [2]
Tinggi200 sampai 499 mg/dL [2]
Sangat tinggi500 mg/dL atau lebih [2]
Berat, perlu rujukan karena risiko pankreatitisDi atas 880 mg/dL [1]

Pankreatitis adalah radang pankreas yang menimbulkan nyeri perut hebat. Trigliserida yang sangat tinggi diperkirakan menjadi penyebab 1 sampai 10% kasus pankreatitis akut [3]. Walaupun begitu, sebagian besar orang dengan trigliserida di atas 885 mg/dL tidak pernah mengalami pankreatitis [3]. Trigliserida yang tinggi sedang juga ikut menaikkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah [3].

Puasa atau tidak

Setelah makan biasa, trigliserida naik rata-rata hanya sekitar 26 mg/dL [1]. Karena itu konsensus Eropa membolehkan profil lemak diperiksa tanpa puasa, dan menyarankan pemeriksaan ulang saat puasa bila trigliserida tidak puasa di atas 440 mg/dL [1]. Makanan sangat berlemak atau minum alkohol malam sebelumnya bisa membuat angkamu tinggi sesaat. Aturan lengkapnya ada di puasa sebelum cek darah.

Penyebab trigliserida tinggi

Pada kebanyakan orang, trigliserida tinggi muncul dari gabungan bakat keturunan dan faktor yang bisa diubah [4]. Faktor yang sering ditemukan [3, 4]:

  • Pola makan dengan kalori berlebih, terutama gula, minuman manis, dan karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti putih dalam porsi besar [3].
  • Alkohol. Risiko naik bila minum lebih dari 2 gelas sehari pada pria dan lebih dari 1 gelas pada wanita [3].
  • Kegemukan, terutama lemak di perut, dan sindrom metabolik [3]. Lihat IMT dan lingkar perut.
  • Diabetes yang tidak terkontrol [4]. Memperbaiki gula darah sering ikut menurunkan trigliserida. Cek target gula darah jangka panjangmu di HbA1c: arti dan target.
  • Hipotiroid (kelenjar tiroid kurang aktif) [3].
  • Penyakit ginjal, termasuk uremia dan glomerulonefritis [3]. Bila kamu punya penyakit ginjal kronis, profil lemak biasanya ikut dipantau.
  • Obat tertentu, misalnya kortikosteroid, diuretik tiazid, beta bloker nonselektif, estrogen, tamoksifen, sebagian obat antiretroviral, dan sebagian obat antipsikotik [3]. Jangan menghentikan obat sendiri. Diskusikan dengan dokter.
  • Kehamilan, terutama trimester ketiga [3].

Cara menurunkan dengan perubahan gaya hidup

American Heart Association menyebut perubahan gaya hidup yang serius bisa menurunkan trigliserida 20 sampai 50% [2]. Ulasan di European Heart Journal merangkum besarnya efek tiap langkah [3]:

LangkahPerkiraan penurunan
Berhenti minum alkoholBervariasi, bisa sampai 80% pada peminum berat dengan trigliserida tinggi [3]
Menurunkan berat badanSekitar 8 mg/dL untuk tiap kilogram yang turun [3]
Olahraga aerobik10 sampai 20% [3]
Makan sumber omega-3 seperti ikan10 sampai 15% [3]

Prinsip makan yang paling penting adalah mengurangi total kalori. Gula, sukrosa, fruktosa, dan makanan tinggi karbohidrat olahan menaikkan trigliserida lebih banyak daripada makanan tinggi serat [3]. Lemak jenuh sebaiknya diganti lemak tak jenuh, dan lemak trans dihindari [3]. Orang dengan trigliserida tinggi dianjurkan menghindari alkohol sama sekali [3].

Kapan obat dipertimbangkan

Keputusan memakai obat bergantung pada risiko jantung keseluruhan, bukan pada angka trigliserida saja. Pedoman ESC/EAS 2019 menempatkan statin sebagai obat pilihan pertama untuk orang berisiko tinggi dengan trigliserida di atas 200 mg/dL [5]. Obat lain seperti fibrat atau omega-3 dosis resep bisa dipertimbangkan dokter pada keadaan tertentu [5]. Statin biasanya menurunkan trigliserida 5 sampai 15%, sedangkan fibrat dan omega-3 dosis resep bisa menurunkan 25 sampai 45% [3]. Pada trigliserida yang sangat tinggi, tujuan utama pengobatan adalah mencegah pankreatitis [4].

Langkah pertama tetap sama untuk semua orang: cari dan perbaiki penyebab sekunder, lalu ubah pola makan dan aktivitas [4]. Setelah itu dokter akan mengulang profil lemak untuk melihat hasilnya. Untuk target LDL yang berbeda tiap orang, baca target LDL berbeda.

Kapan harus ke dokter?

  • Trigliserida di atas 880 mg/dL, apalagi bila pernah pankreatitis
  • Nyeri perut atas hebat yang menembus ke punggung disertai mual dan muntah
  • Benjolan kecil kekuningan yang muncul tiba-tiba di kulit bokong, siku, atau lutut
  • Trigliserida tinggi disertai gula darah sangat tinggi, sering haus, dan sering kencing

Pertanyaan terkait

Profil lemak: cara membaca kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliseridaPerlu puasa sebelum cek darah? Pemeriksaan yang wajib puasaHbA1c: arti angka dan target untuk penderita diabetesKolesterol LDL: kenapa targetnya beda tiap orang

Rujukan

  1. Nordestgaard BG, Langsted A, Mora S, et al. Fasting is not routinely required for determination of a lipid profile: clinical and laboratory implications including flagging at desirable concentration cut-points. A joint consensus statement from the European Atherosclerosis Society and European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine. Eur Heart J. 2016;37(25):1944-58 Lihat sumber
  2. Miller M, Stone NJ, Ballantyne C, et al. Triglycerides and cardiovascular disease: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2011;123(20):2292-333 Lihat sumber
  3. Laufs U, Parhofer KG, Ginsberg HN, Hegele RA. Clinical review on triglycerides. Eur Heart J. 2020;41(1):99-109c Lihat sumber
  4. Simha V. Management of hypertriglyceridemia. BMJ. 2020;371:m3109 Lihat sumber
  5. Mach F, Baigent C, Catapano AL, et al. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. Eur Heart J. 2020;41(1):111-88 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini