Hitung jenis leukosit: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil
Ringkasan
Hitung jenis leukosit memecah sel darah putih menjadi neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Yang paling bermakna adalah jumlah absolut, yaitu total leukosit dikali persentasenya. Neutrofil tinggi sering karena infeksi bakteri, stres, atau steroid. Limfosit tinggi sering karena virus. Eosinofil tinggi sering karena alergi atau cacingan. Bandingkan dengan rentang di lembar lab kamu.
- Lima jenis: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil
- Jumlah absolut lebih penting daripada persentase
- Neutrofil naik pada infeksi bakteri, stres fisik, dan obat steroid
- Limfosit naik terutama pada infeksi virus
- Eosinofil di atas 450 sampai 550 per mikroliter sering karena alergi atau cacingan

Hitung jenis leukosit (differential count) memecah jumlah total sel darah putih menjadi lima jenis: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil [1]. Tes ini biasanya sudah termasuk dalam pemeriksaan darah lengkap. Kalau angka total leukosit kamu tinggi atau rendah, hitung jenis membantu dokter menebak arah penyebabnya. Penjelasan tentang angka total ada di leukosit tinggi dan rendah.
Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Rentangnya berbeda antar lab, usia, jenis kelamin, dan asal etnis [2].
Persen atau jumlah absolut?
Lembar hasil biasanya menulis dua angka untuk tiap jenis sel: persentase dan jumlah absolut. Yang lebih bermakna adalah jumlah absolut [3]. Cara menghitungnya: total leukosit dikali persentase sel tersebut [3]. Contohnya, leukosit 10.000 per mikroliter dengan eosinofil 6% berarti eosinofil absolut 600 per mikroliter.
Persentase bisa menyesatkan. Bila neutrofil turun banyak, persentase limfosit otomatis tampak naik walaupun jumlah limfositnya sendiri tidak berubah. Karena itu dokter selalu melihat jumlah absolutnya.
Contoh nilai rujukan dewasa
Kolom persentase berasal dari satu ulasan klinis [1]. Kolom jumlah absolut berasal dari tabel rujukan Mayo Clinic untuk orang dewasa kulit putih; angka untuk laki-laki dan perempuan sedikit berbeda, dan tabel itu mencatat nilai yang berbeda pada orang keturunan Afrika [2]. Lab di Indonesia bisa memakai rentang sendiri.
| Jenis sel | Persentase [1] | Jumlah absolut, per mikroliter [2] |
|---|---|---|
| Neutrofil | 40 sampai 60% | 1.700 sampai 6.100 (laki-laki), 1.700 sampai 7.500 (perempuan) |
| Limfosit | 20 sampai 40% | 1.000 sampai 2.900 (laki-laki), 950 sampai 3.300 (perempuan) |
| Monosit | 2 sampai 8% | 180 sampai 620 (laki-laki), 140 sampai 610 (perempuan) |
| Eosinofil | 1 sampai 4% | 30 sampai 480 (laki-laki), 40 sampai 440 (perempuan) |
| Basofil | 0,5 sampai 1% | 0 sampai 300 |
Neutrofil
Neutrofil adalah sel darah putih terbanyak dan menjadi garis depan melawan bakteri. Neutrofil tinggi (neutrofilia) sering terlihat pada infeksi bakteri, peradangan, dan pemakaian obat kortikosteroid [1][2]. Stres fisik seperti operasi, cedera, olahraga berat, atau stres emosional bisa menaikkan leukosit dua kali lipat dalam hitungan jam, karena tubuh melepas cadangan neutrofil [1]. Neutrofil rendah (neutropenia) bisa disebabkan obat, infeksi virus, dan infeksi berat (sepsis) [2]. Demam berdarah dengue, misalnya, sering menurunkan leukosit pada hari-hari awal demam [5]; lihat tes dengue NS1, IgM, IgG.
Limfosit
Limfosit mengatur kekebalan dan membuat antibodi. Limfosit tinggi (limfositosis) paling sering terjadi pada infeksi virus, terutama pada anak [1][2]. Pada orang dewasa yang lebih tua, limfositosis yang menetap tanpa sebab jelas kadang merupakan tanda leukemia limfositik kronis, sehingga perlu dievaluasi [2]. Limfosit rendah (limfopenia) bisa disebabkan obat kortikosteroid dan obat penekan imun, infeksi virus termasuk HIV, sepsis, penyakit autoimun, tuberkulosis, konsumsi alkohol, dan gagal ginjal [2]. Jadi pada penyakit ginjal kronis tahap lanjut, limfosit yang rendah bisa berkaitan dengan fungsi ginjal itu sendiri.
Monosit
Monosit membersihkan sisa sel dan kuman, lalu berubah menjadi makrofag di jaringan. Monosit tinggi (monositosis) dapat muncul pada infeksi kronis, penyakit radang menahun, penyakit granulomatosa (radang yang membentuk benjolan kecil di jaringan, misalnya pada tuberkulosis), dan beberapa jenis kanker darah [2].
Eosinofil
Eosinofil berperan melawan cacing dan terlibat dalam alergi. Eosinofil absolut di atas 450 sampai 550 per mikroliter, tergantung standar lab, dilaporkan sebagai tinggi (eosinofilia) [3]. Secara global, penyebab tersering adalah infeksi cacing yang masuk ke jaringan, seperti cacing gelang, cacing tambang, dan strongyloides [3]. Di negara maju, penyebab utamanya alergi seperti rinitis alergi, asma, eksim, dan alergi obat [3]. Untuk Indonesia, infeksi cacing masih relevan: tinjauan atas 195 studi mendapatkan prevalensi gabungan infeksi cacing yang ditularkan lewat tanah sekitar 35% [4]. Obat seperti antibiotik golongan penisilin dan sefalosporin, obat antiradang nonsteroid, dan obat golongan sulfa juga bisa menaikkan eosinofil [3]. Infeksi parasit bersel satu (protozoa) jarang menyebabkan eosinofilia [3].
Basofil
Basofil adalah jenis sel darah putih yang paling sedikit dan berperan dalam reaksi alergi [1]. Basofil yang tinggi menetap jarang ditemukan, dan bila ada biasanya dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Apa langkah berikutnya
Mesin penghitung otomatis sangat membantu, tetapi bila hasilnya tidak normal, hitung jenis sebaiknya dikonfirmasi dengan melihat sediaan apus darah di bawah mikroskop [2]. Satu hasil yang sedikit di luar rentang saat kamu sedang flu atau demam sering kembali normal setelah sembuh, jadi dokter bisa meminta pengulangan beberapa minggu kemudian. Untuk menilai peradangan, dokter kadang menambahkan tes lain seperti CRP. Tes ini tidak perlu puasa.
Kapan harus ke dokter?
- Neutrofil absolut di bawah 500 per mikroliter, terutama bila disertai demam
- Eosinofil di atas 1.500 per mikroliter, atau tetap tinggi pada pemeriksaan ulang
- Limfosit tinggi menetap pada orang dewasa lebih tua, apalagi disertai benjolan di leher, ketiak, atau lipat paha
- Hasil lab menyebut sel muda (blast) atau sel atipik disertai lemas, pucat, atau mudah memar
- Demam disertai leukosit rendah, nyeri perut, muntah terus, atau gusi berdarah
Pertanyaan terkait
Leukosit tinggi dan rendah: arti hasil sel darah putihDarah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksaNS1, IgM, dan IgG dengue: cara membaca hasil tes demam berdarahCRP: arti hasil penanda peradanganRujukan
- Riley LK, Rupert J. Evaluation of patients with leukocytosis. Am Fam Physician. 2015;92(11):1004-11 Lihat sumber
- Tefferi A, Hanson CA, Inwards DJ. How to interpret and pursue an abnormal complete blood cell count in adults. Mayo Clin Proc. 2005;80(7):923-36 Lihat sumber
- Kovalszki A, Weller PF. Eosinophilia. Prim Care. 2016;43(4):607-17 Lihat sumber
- Murhandarwati EH, Probandari A, Kusumasari RA, et al. Effect of preventive chemotherapy for neglected tropical diseases in Indonesia from 1992 to 2022: a systematic review and meta-analysis. Trop Med Int Health. 2024;29(12):995-1005 Lihat sumber
- Simmons CP, Farrar JJ, Nguyen vV, Wills B. Dengue. N Engl J Med. 2012;366(15):1423-32 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini