USG perut: apa yang dilihat dan arti hasilnya
Ringkasan
USG perut memakai gelombang suara untuk melihat hati, kandung empedu, pankreas, limpa, ginjal, dan kandung kemih, tanpa radiasi. Persiapannya puasa sekitar 8 jam dan, bila kandung kemih ikut diperiksa, menahan kencing. Temuan tersering adalah perlemakan hati, batu empedu, kista ginjal sederhana, dan batu ginjal. Batu empedu tanpa keluhan dan kista Bosniak I umumnya tidak perlu tindakan.
- USG tidak memakai radiasi sehingga aman diulang
- Puasa sekitar 8 jam membuat kandung empedu terisi dan gas usus berkurang
- USG cukup akurat untuk perlemakan hati sedang sampai berat, perlemakan ringan bisa terlewat
- Batu empedu tanpa keluhan umumnya tidak perlu operasi
- Kista ginjal sederhana (Bosniak I) jinak dan tidak perlu dikontrol

USG perut (ultrasonografi abdomen) memakai gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk membuat gambar organ di dalam perut. Dokter mengoleskan gel di kulit perut, lalu menggeser alat kecil bernama transducer di atasnya. Pemeriksaan ini tidak sakit dan tidak memakai radiasi sinar X [1][2], jadi aman diulang.
Organ yang dilihat
USG perut atas biasanya menilai hati, kandung empedu dan saluran empedu, pankreas, limpa, ginjal, dan pembuluh darah besar perut (aorta) [1]. Banyak paket medical check-up memakai “USG abdomen lengkap”, yang juga menilai kandung kemih dan, tergantung jenis kelamin, prostat atau rahim.
Gas di usus menghalangi gelombang suara. Karena itu pankreas, yang letaknya di belakang lambung dan usus, sering tidak terlihat utuh. Kalimat “pankreas tertutup gas usus” di hasil berarti bagian itu tidak bisa dinilai, belum tentu ada kelainan.
Persiapan
- Puasa. Untuk USG perut, kamu biasanya diminta tidak makan dan minum sekitar 8 jam sebelumnya [2]. Puasa membuat kandung empedu terisi penuh sehingga batu atau polip lebih mudah terlihat, dan gas usus berkurang. Ikuti instruksi klinikmu, karena aturannya bisa sedikit berbeda.
- Kandung kemih penuh. Kalau kandung kemih, prostat, atau rahim ikut diperiksa, kamu akan diminta minum air dan menahan kencing. Satu contoh aturan: minum 750 mL air satu jam sebelum pemeriksaan [2].
- Obat rutin biasanya tetap diminum dengan sedikit air, tetapi tanyakan dulu ke dokter, terutama obat diabetes, karena puasa bisa membuat gula darah turun.
Temuan yang sering muncul
Perlemakan hati (fatty liver)
Hati yang berlemak tampak lebih terang atau “hiperekoik” dibanding ginjal di sebelahnya. Dalam tinjauan 49 penelitian, USG mendeteksi perlemakan hati derajat sedang sampai berat dengan sensitivitas sekitar 85% dan spesifisitas sekitar 94% dibanding biopsi [3]. Perlemakan yang ringan lebih mudah terlewat. Kalau USG menunjukkan perlemakan, pedoman Eropa 2024 menyarankan dokter menilai risiko jaringan parut hati, mulai dari skor darah sederhana seperti FIB-4, lalu bila perlu pemeriksaan kekakuan hati [4]. Baca juga hasil lab pada perlemakan hati dan arti SGOT dan SGPT.
Batu empedu
Batu empedu cukup sering ditemukan secara kebetulan. Sampai 20% orang dewasa punya batu empedu, dan hanya sebagian, sedikit di atas 20% dari mereka, yang kemudian mengalami keluhan atau komplikasi [5]. Pedoman Eropa menyatakan bahwa sebagian besar orang dengan batu empedu tanpa keluhan tidak perlu dioperasi [6]. Keputusan tetap dibicarakan dengan dokter, karena ada kondisi khusus yang membuat operasi dipertimbangkan lebih awal.
Kista ginjal sederhana
Kista ginjal adalah kantong berisi cairan. Kista sederhana punya dinding tipis dan rata, isi cairan jernih, tanpa sekat atau bagian padat. Dalam klasifikasi Bosniak, kista seperti ini masuk kelas I, yang jinak dan tidak memerlukan kontrol lanjutan [7]. Kalau laporan menyebut kista “kompleks”, ada sekat tebal, atau bagian padat, dokter biasanya meminta CT scan atau MRI untuk menilai lebih jauh [7].
Batu ginjal
Batu ginjal terlihat sebagai titik sangat terang dengan bayangan gelap di belakangnya. USG juga bisa menunjukkan pelebaran saluran kemih di ginjal (hidronefrosis) bila batu menyumbat. Pada orang yang datang ke IGD dengan dugaan batu ginjal, uji klinis besar menunjukkan bahwa memulai pemeriksaan dengan USG memberi radiasi lebih rendah daripada langsung CT scan, tanpa menambah komplikasi yang terlewat [8]. Batu yang sangat kecil bisa tidak terlihat di USG, sehingga dokter kadang tetap meminta CT. Baca apa itu batu ginjal dan nyeri pinggang karena batu ginjal.
Ukuran dan struktur ginjal
Laporan juga sering menyebut ukuran ginjal dan batas korteks (lapisan luar) dengan medula (lapisan dalam). Ginjal yang mengecil dengan korteks tipis dan lebih terang bisa menandakan penyakit ginjal kronis, tetapi fungsi ginjal tetap dinilai dari darah dan urine. Lihat cara membaca eGFR.
Batas kemampuan USG
Hasil USG sangat bergantung pada operator dan kondisi tubuh. Pada orang dengan lemak perut tebal atau banyak gas usus, gambarnya kurang jelas. USG normal juga tidak menyingkirkan semua penyakit, misalnya kelainan di lambung dan usus yang memang tidak dinilai dengan cara ini. Kalau ada temuan yang tidak jelas, wajar bila dokter meminta pemeriksaan ulang atau pemeriksaan pencitraan lain.
Kapan harus ke dokter?
- Nyeri perut kanan atas yang hebat, terutama disertai demam atau mata dan kulit menguning
- Nyeri pinggang hebat yang menjalar ke perut bawah, apalagi dengan demam atau kencing berdarah
- Hasil menyebut massa padat, kista kompleks, atau hidronefrosis
- Perlemakan hati disertai SGPT yang terus tinggi, perut membesar, atau kaki bengkak
Pertanyaan terkait
Perlemakan hati: apa yang terlihat di hasil lab dan USGApa itu batu ginjal dan kenapa bisa terbentuk?SGOT dan SGPT: arti hasil tes fungsi hatiMedical check-up: pemeriksaan apa yang perlu sesuai usiaRujukan
- Radiological Society of North America, American College of Radiology. Ultrasound - Abdomen. RadiologyInfo.org Lihat sumber
- The Royal Australian and New Zealand College of Radiologists. Ultrasound. InsideRadiology; 2018 Lihat sumber
- Hernaez R, Lazo M, Bonekamp S, et al. Diagnostic accuracy and reliability of ultrasonography for the detection of fatty liver: a meta-analysis. Hepatology. 2011;54(3):1082-1090 Lihat sumber
- European Association for the Study of the Liver (EASL), European Association for the Study of Diabetes (EASD), European Association for the Study of Obesity (EASO). EASL-EASD-EASO Clinical Practice Guidelines on the management of metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD): executive summary. Diabetologia. 2024;67(11):2375-2392 Lihat sumber
- Lammert F, Gurusamy K, Ko CW, et al. Gallstones. Nat Rev Dis Primers. 2016;2:16024 Lihat sumber
- European Association for the Study of the Liver (EASL). EASL Clinical Practice Guidelines on the prevention, diagnosis and treatment of gallstones. J Hepatol. 2016;65(1):146-181 Lihat sumber
- Silverman SG, Pedrosa I, Ellis JH, et al. Bosniak classification of cystic renal masses, version 2019: an update proposal and needs assessment. Radiology. 2019;292(2):475-488 Lihat sumber
- Smith-Bindman R, Aubin C, Bailitz J, et al. Ultrasonography versus computed tomography for suspected nephrolithiasis. N Engl J Med. 2014;371(12):1100-10 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini