PanduanPedoman klinisDasar

Rontgen dada (thorax): arti hasil di medical check-up

Ringkasan

Rontgen dada memotret jantung dan paru. "Cor dan pulmo dalam batas normal" berarti tidak ada kelainan jelas. CTR di atas 0,5 dibaca sebagai pembesaran jantung. Infiltrat, fibrosis, nodul, dan "proses spesifik lama" (bekas TB) perlu dibahas dengan dokter. Dosis radiasinya sangat kecil, dan rontgen dada tidak dipakai untuk skrining kanker paru.

  • Cor artinya jantung, pulmo artinya paru
  • CTR di atas 0,5 pada foto PA dibaca sebagai kardiomegali, tetapi tidak menggambarkan fungsi jantung
  • "Proses spesifik lama" berarti gambaran bekas TB; TB aktif dipastikan lewat pemeriksaan dahak
  • Satu foto PA sekitar 0,02 mSv, setara radiasi alam beberapa hari
  • Skrining kanker paru memakai CT dosis rendah untuk perokok berat, bukan rontgen dada
Foto rontgen dada posisi PA yang normal, memperlihatkan bayangan jantung, kedua paru, dan diafragma
Gambar: Mikael Häggström, CC0

Rontgen dada, sering ditulis “foto thorax” atau “CXR”, adalah foto sinar X bagian dada. Hampir semua paket medical check-up dan pemeriksaan syarat kerja memasukkannya. Kamu berdiri menempel ke papan, menarik napas dalam, lalu menahannya beberapa detik. Posisi standar disebut PA (posteroanterior), artinya sinar masuk dari punggung dan keluar di dada.

Hasilnya berupa foto dan kesimpulan tertulis dari dokter spesialis radiologi. Foto ini memperlihatkan bayangan jantung, kedua paru, tulang rusuk, sekat rongga dada, dan diafragma. Pemeriksaan ini cepat dan murah, tetapi gambarnya dua dimensi, sehingga kelainan kecil bisa tertutup tulang atau jantung.

Kalimat yang sering muncul di hasil, dan artinya

“Cor dan pulmo dalam batas normal”

Cor artinya jantung, pulmo artinya paru. Kalimat ini berarti dokter radiologi tidak melihat kelainan yang jelas pada ukuran jantung maupun gambaran paru. Kalimat lain yang biasanya menyertai, seperti “sinus kostofrenikus lancip” dan “diafragma licin”, berarti sudut paru bagian bawah tidak terisi cairan dan sekat dada tampak normal.

CTR dan kardiomegali

CTR (cardiothoracic ratio) adalah perbandingan lebar bayangan jantung dengan lebar rongga dada. Batas yang umum dipakai adalah 0,5. CTR di atas 0,5 dibaca sebagai pembesaran jantung atau kardiomegali [2]. Ada dua catatan penting. Pertama, CTR harus diukur pada foto PA; pada posisi lain, misalnya foto berbaring, jantung tampak lebih besar dari aslinya [2]. Kedua, CTR yang tinggi tidak langsung menggambarkan fungsi jantung [2]. Kalau hasilmu menyebut kardiomegali, dokter biasanya akan memeriksa tekanan darah, EKG, dan bisa melanjutkan dengan ekokardiografi (USG jantung).

Infiltrat

Infiltrat berarti ada bagian paru yang tampak lebih putih atau berkabut dari seharusnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam: radang paru (pneumonia), TB, cairan, atau perdarahan. Perhimpunan radiologi dada internasional Fleischner Society menyebut istilah ini tidak spesifik dan sebenarnya tidak lagi dianjurkan, karena tidak menjelaskan penyebabnya [1]. Jadi kata “infiltrat” perlu dibaca bersama keluhan dan pemeriksaan lain.

Fibrosis dan kalsifikasi

Fibrosis adalah jaringan parut di paru, terlihat sebagai garis atau bercak putih yang tegas [1]. Kalsifikasi adalah endapan kapur, tampak sangat putih seperti tulang. Keduanya sering merupakan bekas infeksi lama yang sudah sembuh.

“Proses spesifik lama”

Istilah ini khas laporan radiologi di Indonesia. “Spesifik” di sini merujuk pada TB, dan “lama” berarti gambarannya seperti bekas TB yang sudah tenang, misalnya fibrosis dan kalsifikasi di puncak paru. Ada juga istilah “proses spesifik aktif” bila gambarannya mengarah ke TB yang sedang berjalan. Yang perlu diingat, foto rontgen saja tidak bisa memastikan TB aktif atau tidak. Rontgen dipakai WHO sebagai alat skrining, dan hasil yang mencurigakan harus dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, biasanya pemeriksaan dahak [4].

Nodul

Nodul adalah bercak bulat di paru dengan ukuran sampai 3 cm. Kalau lebih dari 3 cm, istilahnya massa [1]. Sebagian besar nodul kecil jinak, misalnya bekas infeksi, tetapi dokter tetap perlu menilainya. Biasanya kamu akan diminta membandingkan dengan foto lama, atau menjalani CT scan dada.

Kenapa TB jadi perhatian utama di Indonesia

Menurut laporan TB global WHO 2025, sekitar 10,7 juta orang di dunia jatuh sakit TB pada 2024. Indonesia menyumbang 10% kasus dunia, terbanyak kedua setelah India [3]. Karena itu rontgen dada di medical check-up di Indonesia sering lebih ditujukan untuk mencari tanda TB. Orang dengan diabetes, HIV, perokok, dan orang yang tinggal serumah dengan pasien TB termasuk kelompok yang lebih perlu diperiksa. Lihat juga tes HIV di medical check-up.

Seberapa besar radiasinya

Dosis radiasi rontgen dada sangat kecil. Satu foto PA memberi dosis efektif rata-rata sekitar 0,02 mSv, sedangkan radiasi alam yang kita terima dari lingkungan sekitar 3 mSv per tahun [5]. Artinya, satu foto dada kira-kira setara radiasi alam selama beberapa hari. CT scan dada dosisnya jauh lebih besar [5]. Kalau kamu sedang hamil atau mungkin hamil, sampaikan ke petugas sebelum difoto.

Rontgen dada tidak dipakai untuk skrining kanker paru

Banyak orang mengira rontgen dada rutin bisa menemukan kanker paru lebih awal. Uji klinis besar PLCO di Amerika Serikat melibatkan hampir 155 ribu orang berusia 55 sampai 74 tahun. Kelompok yang menjalani rontgen dada tiap tahun selama 4 tahun ternyata tidak mengalami penurunan kematian akibat kanker paru dibanding kelompok yang tidak diskrining [6].

Untuk skrining kanker paru, yang terbukti bermanfaat adalah CT scan dosis rendah (low-dose CT). Satuan Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat (USPSTF) pada 2021 menganjurkannya setiap tahun untuk orang berusia 50 sampai 80 tahun yang punya riwayat merokok minimal 20 bungkus-tahun dan masih merokok atau berhenti dalam 15 tahun terakhir [7]. Bungkus-tahun adalah jumlah bungkus per hari dikali lama merokok dalam tahun. Jadi hasil rontgen dada yang normal tidak berarti kamu bebas dari risiko kanker paru, terutama kalau kamu perokok berat.

Untuk menilai fungsi paru, misalnya pada perokok yang mulai sesak, pemeriksaan yang dipakai adalah spirometri, karena rontgen hanya menunjukkan bentuk, tidak menunjukkan seberapa baik paru bekerja.

Kapan harus ke dokter?

  • Batuk lebih dari 2 minggu, batuk darah, keringat malam, atau berat badan turun tanpa sebab
  • Hasil menyebut "proses spesifik aktif", infiltrat, atau massa
  • Hasil menyebut nodul baru yang belum pernah ada di foto sebelumnya
  • Kardiomegali disertai sesak saat berbaring, kaki bengkak, atau mudah lelah
  • Sesak napas atau nyeri dada mendadak

Pertanyaan terkait

Medical check-up: pemeriksaan apa yang perlu sesuai usiaSpirometri: cara membaca hasil tes fungsi paruEKG: arti hasil rekam jantung di medical check-upTes HIV di medical check-up: cara membaca hasilnya

Rujukan

  1. Hansell DM, Bankier AA, MacMahon H, McLoud TC, Muller NL, Remy J. Fleischner Society: glossary of terms for thoracic imaging. Radiology. 2008;246(3):697-722 Lihat sumber
  2. Truszkiewicz K, Poreba R, Gac P. Radiological cardiothoracic ratio in evidence-based medicine. J Clin Med. 2021;10(9):2016 Lihat sumber
  3. World Health Organization. Global tuberculosis report 2025. Geneva: WHO; 2025 Lihat sumber
  4. World Health Organization. WHO consolidated guidelines on tuberculosis: module 2: screening: systematic screening for tuberculosis disease. Geneva: WHO; 2021 Lihat sumber
  5. Mettler FA, Huda W, Yoshizumi TT, Mahesh M. Effective doses in radiology and diagnostic nuclear medicine: a catalog. Radiology. 2008;248(1):254-63 Lihat sumber
  6. Oken MM, Hocking WG, Kvale PA, et al. Screening by chest radiograph and lung cancer mortality: the Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian (PLCO) randomized trial. JAMA. 2011;306(17):1865-73 Lihat sumber
  7. US Preventive Services Task Force; Krist AH, Davidson KW, Mangione CM, et al. Screening for lung cancer: US Preventive Services Task Force recommendation statement. JAMA. 2021;325(10):962-970 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini