Berapa kadar kreatinin yang normal?
Ringkasan
Pada orang dewasa, kreatinin normal kira kira 0,73 sampai 1,18 mg/dL pada laki laki dan 0,55 sampai 1,02 mg/dL pada perempuan, tetapi tiap lab punya rentang sendiri. Untuk µmol/L, kalikan dengan 88,4. Kreatinin normal belum tentu ginjal normal pada lansia atau orang bertubuh kecil, jadi bacalah bersama eGFR.
- Patokan utama adalah rentang rujukan di lembar lab kamu.
- Kreatinin dipengaruhi massa otot, jenis kelamin, dan usia.
- 1 mg/dL sama dengan 88,4 µmol/L.
- Pada lansia atau orang bertubuh kecil, kreatinin normal bisa menutupi fungsi ginjal yang turun.
- eGFR lebih menggambarkan kemampuan ginjal menyaring.
Pada orang dewasa, kadar kreatinin darah yang dianggap normal kira kira 0,73 sampai 1,18 mg/dL pada laki laki dan 0,55 sampai 1,02 mg/dL pada perempuan [1]. Tetapi angka ini hanya patokan kasar. Kreatinin “normal” belum tentu berarti ginjal bekerja normal, terutama pada orang tua atau bertubuh kecil.
Apa itu kreatinin?
Kreatinin adalah sisa hasil kerja otot. Ginjal menyaringnya dari darah dan membuangnya lewat urine. Karena asalnya dari otot, banyaknya kreatinin di darah ikut ditentukan oleh besar kecilnya otot, selain oleh kemampuan ginjal menyaring [2].
Rentang yang sering dipakai
Satu studi rujukan pada 252 orang dewasa sehat berusia 18 sampai 74 tahun di Jerman menemukan rentang berikut dengan metode enzimatik [1]:
| Kelompok | mg/dL | µmol/L (dihitung) |
|---|---|---|
| Laki laki dewasa | 0,73 sampai 1,18 [1] | sekitar 65 sampai 104 |
| Perempuan dewasa | 0,55 sampai 1,02 [1] | sekitar 49 sampai 90 |
Dengan metode Jaffe yang dimodifikasi, hasilnya hampir sama: 0,72 sampai 1,16 mg/dL pada laki laki dan 0,55 sampai 0,96 mg/dL pada perempuan [1]. Perempuan rata rata punya massa otot lebih kecil, sehingga batasnya lebih rendah.
Setiap laboratorium punya rentang sendiri karena alat, metode, dan populasi yang berbeda. Jadi patokan utama tetap nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Penjelasan lebih lanjut ada di kenapa nilai normal beda antar lab.
mg/dL atau µmol/L?
Lab di Indonesia umumnya memakai mg/dL. Lab lain, juga banyak jurnal dan aplikasi luar negeri, memakai µmol/L. Untuk mengubahnya, kalikan angka mg/dL dengan 88,4 [2]. Contohnya, 1,0 mg/dL sama dengan 88,4 µmol/L. Sebaliknya, bagi angka µmol/L dengan 88,4 untuk mendapat mg/dL. Perhatikan satuannya sebelum membandingkan hasil dari dua lab yang berbeda.
Kenapa kreatinin “normal” bisa menyesatkan?
Orang yang ototnya sedikit, misalnya lansia, orang bertubuh kecil, atau orang yang lama sakit dan banyak berbaring, menghasilkan lebih sedikit kreatinin. Kreatininnya bisa tampak normal walau ginjalnya sudah tidak menyaring sebaik dulu. KDIGO 2024 menyebut massa otot sebagai salah satu faktor di luar ginjal yang memengaruhi kreatinin [2].
Karena itu dokter memakai eGFR, perkiraan laju penyaringan ginjal yang dihitung dari kreatinin, usia, dan jenis kelamin. KDIGO 2024 menganjurkan rumus CKD-EPI 2021 tanpa koreksi ras [2][3]. Contoh hitungan dengan rumus itu menunjukkan bedanya:
| Orang | Kreatinin | eGFR (dihitung) |
|---|---|---|
| Laki laki, 25 tahun | 1,0 mg/dL | sekitar 107 mL/menit/1,73 m² |
| Perempuan, 75 tahun | 1,0 mg/dL | sekitar 59 mL/menit/1,73 m² |
Kreatinin keduanya sama dan masih di dalam rentang rujukan, tetapi eGFR perempuan 75 tahun itu sudah di bawah 60. Kalau angka ini menetap lebih dari 3 bulan, KDIGO 2024 mengategorikannya sebagai penyakit ginjal kronis [2]. Cara membaca angkanya ada di cara membaca eGFR.
Pada keadaan ketika kreatinin kurang bisa dipercaya, misalnya otot sangat sedikit atau sangat banyak, dokter bisa menambah pemeriksaan cystatin C, yang tidak bergantung pada otot [2][3].
Persiapan sebelum cek kreatinin
Cek kreatinin cukup dengan mengambil darah dari lengan. Supaya hasilnya mencerminkan keadaan sehari hari, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan:
- Hindari makan daging dalam porsi besar sesaat sebelum diambil darah, karena daging yang dimasak bisa menaikkan kreatinin [2].
- Sebutkan ke dokter kalau kamu minum suplemen kreatin atau obat seperti trimetoprim dan simetidin, karena keduanya bisa menaikkan kreatinin tanpa ginjal rusak [2].
- Minum seperti biasa. Tidak perlu minum berlebihan sebelum tes.
- Kalau kreatinin diperiksa bersama tes lain yang butuh puasa, ikuti aturan puasa dari lab.
Daftar obat dan suplemen lain yang bisa mengubah hasil ada di obat dan suplemen yang mengubah hasil lab.
Kalau hasilmu di atas rentang
Satu angka yang sedikit di atas batas belum tentu berarti ginjal rusak. Otot besar, makan daging, suplemen kreatin, kurang minum, dan beberapa obat bisa menaikkannya. Pembahasannya ada di kreatinin tinggi, apakah pasti gagal ginjal. Yang lebih penting adalah eGFR, albumin urine, dan tren dari waktu ke waktu. Simpan hasil lab lamamu supaya dokter bisa membandingkan.
Kapan harus ke dokter?
- eGFR di bawah 60 pada dua pemeriksaan berjarak 3 bulan atau lebih
- Kreatinin naik jelas dibanding hasil sebelumnya, walau masih di dalam rentang
- Albumin urine (UACR) 30 mg/g atau lebih
- Bengkak, kencing berbusa terus, atau kencing jauh lebih sedikit dari biasa
Pertanyaan terkait
Kreatinin tinggi, apakah pasti gagal ginjal?Cara membaca hasil eGFR dan stadium ginjalCystatin C: kapan perlu diperiksa selain kreatininRujukan
- Junge W, Wilke B, Halabi A, Klein G. Determination of reference intervals for serum creatinine, creatinine excretion and creatinine clearance with an enzymatic and a modified Jaffe method. Clin Chim Acta. 2004;344(1-2):137-148 Lihat sumber
- Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber
- Inker LA, Eneanya ND, Coresh J, et al. New creatinine- and cystatin C-based equations to estimate GFR without race. N Engl J Med. 2021;385(19):1737-1749 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini