HDL rendah: artinya dan apakah perlu dinaikkan
Ringkasan
HDL rendah umumnya berarti di bawah 40 mg/dL pada pria dan di bawah 50 mg/dL pada wanita. HDL rendah adalah penanda risiko jantung yang sering datang bersama trigliserida tinggi dan perut buncit. Obat yang menaikkan HDL, seperti niasin dan dalcetrapib, tidak terbukti mengurangi serangan jantung, jadi sasaran utama tetap LDL dan gaya hidup.
- HDL rendah: di bawah 40 mg/dL pada pria, di bawah 50 mg/dL pada wanita menurut kriteria sindrom metabolik
- HDL rendah lebih tepat dibaca sebagai penanda risiko, sering bersama trigliserida tinggi
- Obat yang menaikkan HDL tidak terbukti mengurangi serangan jantung dalam uji besar
- Olahraga, turun berat badan, dan berhenti merokok membantu menaikkan HDL
- HDL yang sangat tinggi tidak otomatis melindungi

HDL (high-density lipoprotein) sering dijuluki “kolesterol baik”. Karena itu banyak orang cemas saat melihat HDL mereka ditandai rendah di lembar hasil lab, lalu bertanya obat apa yang bisa menaikkannya. Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.
Apa itu HDL
HDL adalah partikel yang ikut mengangkut kolesterol dari jaringan dan dinding pembuluh darah kembali ke hati. Dalam penelitian pengamatan, orang dengan HDL lebih tinggi rata-rata punya risiko penyakit jantung koroner lebih rendah [4]. Angka HDL muncul di setiap pemeriksaan profil lemak, bersama LDL dan trigliserida.
Batas HDL rendah
| Sumber | Dianggap rendah bila |
|---|---|
| Kriteria sindrom metabolik (gabungan beberapa organisasi internasional) | Pria di bawah 40 mg/dL (1,0 mmol/L), wanita di bawah 50 mg/dL (1,3 mmol/L) |
| Penandaan hasil lab menurut EAS dan EFLM | 40 mg/dL (1 mmol/L) atau kurang |
Kriteria sindrom metabolik memakai batas berbeda untuk pria dan wanita [1], sedangkan konsensus Eropa untuk laboratorium memakai satu batas [2]. Itu sebabnya angka di lembar hasil kamu bisa berbeda dari tabel ini. Bandingkan dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri.
HDL rendah sebagai penanda
HDL rendah jarang berdiri sendiri. Ia sering muncul bersama trigliserida tinggi, lingkar perut besar, tekanan darah tinggi, dan gula darah puasa yang naik. Kalau tiga dari lima tanda ini ada, seseorang dikatakan punya sindrom metabolik [1], keadaan yang menaikkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Jadi HDL rendah lebih tepat dibaca sebagai tanda bahwa metabolisme tubuh sedang tidak seimbang, dan dokter akan melihat angka-angka lain di sekitarnya.
Apakah HDL perlu dinaikkan dengan obat?
Para peneliti sudah mencoba. Hasilnya mengecewakan.
- Pada uji AIM-HIGH, 3.414 orang dengan penyakit jantung dan HDL rendah yang sudah minum statin diberi niasin atau plasebo. Niasin menaikkan HDL median dari 35 ke 42 mg/dL, tetapi kejadian serangan jantung, stroke, dan kejadian sejenis tidak berkurang. Uji dihentikan lebih awal karena tidak ada manfaat [3].
- Pada uji dal-OUTCOMES, hampir 16.000 orang yang baru mengalami serangan jantung atau sindrom koroner akut diberi dalcetrapib, obat golongan penghambat CETP. HDL naik 31 sampai 40%, tetapi risiko kejadian jantung berulang tidak berubah [4].
Karena itu pedoman ESC/EAS tidak menetapkan target HDL untuk pengobatan. Sasaran utama tetap LDL [5]. Kalau HDL kamu rendah, langkah yang paling berguna biasanya memastikan LDL sudah sesuai target menurut kategori risikomu.
Yang bisa kamu lakukan
Pedoman ESC/EAS mencatat beberapa perubahan gaya hidup yang terbukti menaikkan HDL [5]:
- Aktivitas fisik rutin, misalnya jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
- Menurunkan berat badan bila berlebih.
- Berhenti merokok.
- Mengurangi asupan gula dan karbohidrat olahan, yang juga membantu menurunkan trigliserida.
Perubahan ini bermanfaat untuk jantung lewat banyak jalur sekaligus, termasuk tekanan darah dan gula darah, jadi manfaatnya tidak bergantung pada naiknya angka HDL saja. Kenaikan HDL dari gaya hidup biasanya kecil dan butuh waktu beberapa bulan, jadi jangan berkecil hati kalau angkanya belum banyak berubah di pemeriksaan berikutnya.
HDL sangat tinggi tidak selalu melindungi
Banyak orang mengira makin tinggi HDL makin aman. Dua studi besar di Kopenhagen, Denmark, dengan sekitar 116.000 peserta menemukan hubungan berbentuk huruf U antara HDL dan kematian karena semua sebab. Angka kematian terendah ada pada HDL sekitar 73 mg/dL pada pria dan 93 mg/dL pada wanita. Pria dengan HDL 116 mg/dL atau lebih punya risiko kematian sekitar dua kali lipat dibanding kelompok dengan risiko terendah [6]. Studi ini bersifat pengamatan, sehingga belum bisa membuktikan sebab-akibat, dan penelitinya sendiri menyebut temuan ini perlu dikonfirmasi [6]. Yang jelas, HDL sangat tinggi tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk mengabaikan LDL yang tinggi.
Persiapan dan pemeriksaan ulang
HDL hampir tidak dipengaruhi makan, sehingga bisa diperiksa tanpa puasa [2]. Kalau HDL kamu rendah, dokter mungkin akan memeriksa juga gula darah, lingkar perut, dan tekanan darah untuk melihat gambaran lengkapnya. Pemeriksaan ulang biasanya dilakukan bersama profil lemak lengkap, mengikuti jadwal kontrol yang disarankan dokter.
Kapan harus ke dokter?
- HDL rendah disertai trigliserida tinggi, perut buncit, atau gula darah puasa naik dan belum pernah dibahas dengan dokter
- HDL rendah dengan LDL di atas target kamu
- Ada keluarga dekat yang terkena serangan jantung di usia muda
- Nyeri dada, sesak napas, atau lemah separuh badan: segera ke IGD
Pertanyaan terkait
Profil lemak: cara membaca kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliseridaKolesterol LDL: kenapa targetnya beda tiap orangTrigliserida tinggi: penyebab dan cara menurunkanIMT dan lingkar perut: cara menghitung dan batas untuk orang AsiaRujukan
- Alberti KG, Eckel RH, Grundy SM, et al. Harmonizing the metabolic syndrome: a joint interim statement of the International Diabetes Federation Task Force on Epidemiology and Prevention; National Heart, Lung, and Blood Institute; American Heart Association; World Heart Federation; International Atherosclerosis Society; and International Association for the Study of Obesity. Circulation. 2009;120(16):1640-1645 Lihat sumber
- Nordestgaard BG, Langsted A, Mora S, et al. Fasting is not routinely required for determination of a lipid profile: clinical and laboratory implications including flagging at desirable concentration cut-points. A joint consensus statement from the European Atherosclerosis Society and European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine. Eur Heart J. 2016;37(25):1944-1958 Lihat sumber
- AIM-HIGH Investigators; Boden WE, Probstfield JL, Anderson T, et al. Niacin in patients with low HDL cholesterol levels receiving intensive statin therapy. N Engl J Med. 2011;365(24):2255-2267 Lihat sumber
- Schwartz GG, Olsson AG, Abt M, et al. Effects of dalcetrapib in patients with a recent acute coronary syndrome. N Engl J Med. 2012;367(22):2089-2099 Lihat sumber
- Mach F, Baigent C, Catapano AL, et al. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. Eur Heart J. 2020;41(1):111-188 Lihat sumber
- Madsen CM, Varbo A, Nordestgaard BG. Extreme high high-density lipoprotein cholesterol is paradoxically associated with high mortality in men and women: two prospective cohort studies. Eur Heart J. 2017;38(32):2478-2486 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini