Gula darah puasa: nilai normal, prediabetes, dan diabetes
Ringkasan
Menurut ADA, gula darah puasa normal di bawah 100 mg/dL (5,6 mmol/L). Nilai 100 sampai 125 mg/dL termasuk prediabetes, dan 126 mg/dL (7,0 mmol/L) atau lebih masuk rentang diabetes. Diagnosis diabetes biasanya perlu dikonfirmasi dengan tes ulang atau tes kedua. Puasa berarti tanpa asupan kalori minimal 8 jam.
- Normal di bawah 100 mg/dL, prediabetes 100 sampai 125 mg/dL, diabetes 126 mg/dL atau lebih
- Satu hasil tinggi tanpa gejala jelas perlu dikonfirmasi dengan tes kedua
- Gula darah sewaktu 200 mg/dL atau lebih plus gejala khas sudah cukup untuk diagnosis
- Puasa minimal 8 jam tanpa kalori, air putih umumnya boleh
- Bandingkan dengan nilai rujukan dan satuan di lembar lab kamu

Gula darah puasa adalah kadar glukosa (gula) dalam darah setelah kamu tidak makan dan tidak minum yang berkalori selama beberapa jam. Pemeriksaan ini paling sering dipakai untuk menyaring prediabetes dan diabetes, dan hampir selalu ada di paket medical check-up.
Apa yang diukur
Tes ini mengukur glukosa di plasma darah, bagian cair darah, yang diambil dari pembuluh vena di lengan lalu diperiksa di laboratorium. Kriteria diagnosis diabetes yang dipakai dokter disusun berdasarkan glukosa plasma ini [1]. Glukosa berasal dari makanan dan juga dibuat oleh hati. Hormon insulin membantu glukosa masuk ke sel. Kalau insulin kurang atau tubuh kurang peka terhadapnya, gula darah naik, termasuk saat puasa.
Nilai normal, prediabetes, dan diabetes
American Diabetes Association (ADA) memakai batas berikut untuk orang dewasa yang tidak hamil [1]:
| Kategori | mg/dL | mmol/L |
|---|---|---|
| Normal | di bawah 100 | di bawah 5,6 |
| Prediabetes (glukosa puasa terganggu) | 100 sampai 125 | 5,6 sampai 6,9 |
| Diabetes | 126 atau lebih | 7,0 atau lebih |
Lab di Indonesia umumnya memakai mg/dL, sedangkan beberapa lab atau aplikasi luar negeri memakai mmol/L. Cek satuannya dulu sebelum membandingkan angka. Bandingkan juga dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar hasil lab kamu sendiri, karena cara pelaporan bisa berbeda antar laboratorium.
Satu angka tinggi belum tentu diabetes
Kalau tidak ada gula darah yang sangat tinggi disertai gejala jelas, diagnosis diabetes butuh dua hasil yang sama-sama abnormal. Bisa dari dua tes berbeda yang diambil pada hari yang sama, misalnya gula darah puasa dan HbA1c, atau tes yang sama diulang di waktu lain [1]. Jadi kalau gula darah puasa kamu 130 mg/dL satu kali, dokter biasanya akan meminta pemeriksaan ulang atau tes pendamping sebelum memastikan.
Tes gula darah lain yang sering muncul
Gula darah sewaktu
Ini gula darah yang diambil kapan saja, tanpa puasa. Hasil 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih, disertai gejala khas gula tinggi seperti sering haus, sering kencing, dan berat badan turun tanpa sebab, sudah cukup untuk diagnosis diabetes [1].
Tes toleransi glukosa oral (TTGO)
Kamu puasa, lalu minum larutan berisi 75 gram glukosa, dan gula darah diukur lagi 2 jam kemudian. Hasil 2 jam 140 sampai 199 mg/dL (7,8 sampai 11,0 mmol/L) masuk prediabetes, dan 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih masuk diabetes [1]. Tes ini lebih repot, jadi biasanya dipakai pada keadaan tertentu sesuai pertimbangan dokter.
Kalau hasilnya tinggi
Gula darah puasa yang tinggi berarti tubuh tidak lagi mengatur glukosa dengan baik bahkan saat perut kosong. Pada prediabetes, risiko berlanjut ke diabetes meningkat, tetapi tahap ini masih bisa dikejar dengan perubahan pola makan, aktivitas, dan berat badan bersama dokter. Pada diabetes, gula yang tinggi bertahun-tahun bisa merusak pembuluh darah kecil, termasuk di ginjal. Baca lebih lanjut di bagaimana diabetes merusak ginjal.
Ada juga hal yang bisa menaikkan gula darah sementara, misalnya sakit berat, stres fisik, atau obat tertentu. Karena itu hasil satu kali perlu dibaca bersama keadaan kamu saat diperiksa.
Kalau hasilnya rendah
Gula darah di bawah 70 mg/dL (3,9 mmol/L) disebut hipoglikemia tingkat 1, dan di bawah 54 mg/dL (3,0 mmol/L) disebut hipoglikemia tingkat 2 yang perlu segera ditangani [2]. Ini paling sering terjadi pada orang yang memakai insulin atau obat diabetes tertentu. Pada orang tanpa diabetes, gula darah puasa rendah jarang terjadi dan perlu dicari penyebabnya oleh dokter.
Persiapan sebelum tes
Puasa artinya tidak ada asupan kalori sama sekali selama minimal 8 jam [1]. Air putih tidak mengandung kalori, jadi umumnya boleh. Teh manis, kopi bergula, susu, dan permen harus ditunda. Panduan lebih lengkap ada di artikel puasa sebelum cek darah. Kalau kamu memakai obat diabetes, tanyakan dulu ke dokter soal jadwal obat di hari tes supaya tidak jatuh ke gula darah rendah.
Alat cek gula di rumah
Alat tusuk jari (glukometer) berguna untuk memantau gula sehari-hari, terutama bagi yang sudah terdiagnosis diabetes. Untuk memastikan diagnosis, dokter tetap berpegang pada gula darah plasma dari laboratorium [1]. Kalau angka di glukometer kamu sering tinggi, bawa catatannya ke dokter dan minta pemeriksaan lab.
Kapan diulang
Kalau hasilnya normal, jadwal pemeriksaan berikutnya mengikuti faktor risiko kamu, seperti usia, berat badan, riwayat keluarga, dan tekanan darah. Kalau masuk prediabetes atau satu hasil di rentang diabetes, dokter biasanya mengulang tes atau menambah HbA1c dalam waktu dekat. Orang dengan diabetes yang juga punya masalah ginjal perlu memantau fungsi ginjal secara rutin, termasuk eGFR.
Kapan harus ke dokter?
- Gula darah 200 mg/dL atau lebih disertai sering haus, sering kencing, atau berat badan turun tanpa sebab
- Gula darah sangat tinggi disertai muntah, napas cepat, lemas berat, atau bingung: segera ke IGD
- Gula darah di bawah 70 mg/dL disertai gemetar, keringat dingin, atau berdebar
- Gula darah di bawah 54 mg/dL, atau pingsan saat memakai obat diabetes: segera cari pertolongan
Pertanyaan terkait
HbA1c: arti angka dan target untuk penderita diabetesPerlu puasa sebelum cek darah? Pemeriksaan yang wajib puasaBagaimana diabetes bisa merusak ginjal?Cara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuanRujukan
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S27-S49 Lihat sumber
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. 6. Glycemic Goals, Hypoglycemia, and Hyperglycemic Crises: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S132-S149 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini