PanduanPedoman klinisDasar

Asam urat: nilai normal dan arti kadar tinggi

Ringkasan

Asam urat dianggap tinggi (hiperurisemia) bila sekitar 6,8 mg/dL ke atas, karena di titik itu urat bisa mengkristal. Rentang normal tiap lab berbeda, jadi cocokkan dengan lembar lab kamu. Kadar tinggi tanpa keluhan umumnya tidak langsung diobati dengan obat, sedangkan penderita gout yang berobat ditargetkan di bawah 6 mg/dL.

  • Hiperurisemia biasanya berarti kadar sekitar 6,8 mg/dL ke atas
  • Kebanyakan orang dengan asam urat tinggi tidak pernah kena gout
  • Target pengobatan gout: di bawah 6 mg/dL
  • Pemicu umum: purin, alkohol, minuman manis, diuretik, fungsi ginjal turun
  • Asam urat tinggi bisa membentuk batu ginjal
Ilustrasi sendi jempol kaki yang meradang karena kristal asam urat
Gambar: www.scientificanimations.com/, CC BY-SA 4.0

Asam urat adalah sisa pemecahan purin, zat yang ada di sel tubuh kita sendiri dan di banyak makanan. Kadarnya di darah diatur terutama oleh ginjal dan usus, lewat protein pengangkut yang membuang atau menyerap kembali asam urat [1]. Karena ginjal ikut memegang kendali, hasil asam urat sering dibaca bersama kreatinin dan eGFR.

Apa yang diukur

Tes ini mengukur kadar asam urat (urat) dalam serum, yaitu bagian cair darah. Hasilnya biasanya ditulis dalam mg/dL, kadang dalam µmol/L. Satu tes cukup diambil dari darah vena seperti cek darah biasa.

Nilai normal dan angka penting

Rentang rujukan berbeda antarlaboratorium, dan biasanya laki laki punya batas atas lebih tinggi dari perempuan. Jadi, bandingkan selalu hasilmu dengan rentang yang tercetak di lembar lab sendiri. Panduan cara membacanya ada di cara membaca hasil lab.

Di luar rentang rujukan lab, ada beberapa angka yang dipakai dokter:

Kadar asam uratArtinya
Sekitar 6,8 mg/dL ke atasTitik jenuh. Di atas angka ini asam urat bisa mengkristal. Kondisi ini disebut hiperurisemia [1]
Di bawah 6 mg/dL (360 µmol/L)Target pengobatan bagi orang yang sudah didiagnosis gout dan memakai obat penurun asam urat [2][3]
Di bawah 5 mg/dL (300 µmol/L)Target yang lebih ketat untuk gout berat, misalnya ada tofus (benjolan kristal) [3]

Arti kadar tinggi

Hiperurisemia adalah faktor risiko terpenting untuk gout, yaitu radang sendi akibat kristal urat. Walau begitu, kebanyakan orang dengan asam urat tinggi tidak pernah mengalami serangan gout [1]. Angka tinggi di lab belum tentu berarti kamu sakit gout.

Penyebab yang sering ditemukan:

  • Makanan tinggi purin, misalnya jeroan, daging merah dan sebagian makanan laut [2].
  • Alkohol, termasuk bir [2].
  • Minuman manis yang mengandung pemanis fruktosa tinggi (sirup jagung) [2].
  • Obat tertentu, terutama diuretik golongan tiazid yang sering dipakai untuk tekanan darah tinggi [2].
  • Fungsi ginjal yang turun, karena ginjal membuang asam urat lebih sedikit [4].

Kalau tidak ada keluhan

Pedoman American College of Rheumatology (ACR) 2020 menyarankan untuk tidak memberi obat penurun asam urat pada hiperurisemia tanpa gejala, yaitu kadar di atas 6,8 mg/dL tanpa riwayat serangan gout atau tofus [2]. Yang biasanya disarankan adalah mencari penyebabnya dan memperbaiki pola makan dan minum. Keputusan akhirnya tetap dibuat bersama dokter, karena kondisi tiap orang berbeda.

Kalau sudah didiagnosis gout

Pada gout yang perlu obat, ACR dan EULAR (perhimpunan reumatologi Eropa) memakai strategi “obati sampai target”: dosis obat disesuaikan sampai asam urat di bawah 6 mg/dL, dan dicek ulang berkala [2][3]. Perlu diketahui, saat serangan gout sedang berlangsung kadar asam urat bisa terbaca lebih rendah dari biasanya, sehingga hasil normal saat sendi bengkak belum menyingkirkan gout [1].

Hubungannya dengan ginjal

Asam urat dan ginjal saling memengaruhi. Kristal asam urat bisa membentuk batu di saluran kemih. Menurut ulasan tentang batu asam urat, faktor utamanya adalah urine yang terlalu asam, asam urat yang banyak terbuang di urine, dan volume urine yang sedikit. Gout, makanan tinggi purin, resistensi insulin dan diare kronis termasuk pemicunya [5]. Penjelasan umum tentang batu ada di apa itu batu ginjal.

Arah sebaliknya juga ada. Pada penyakit ginjal kronis, kadar asam urat cenderung naik karena pembuangannya berkurang. Banyak studi menemukan asam urat tinggi berkaitan dengan risiko penyakit ginjal, tetapi apakah asam urat benar benar menjadi penyebab kerusakan ginjal masih diperdebatkan, dan uji klinis obat penurun asam urat untuk melindungi ginjal hasilnya belum seragam [4].

Arti kadar rendah

Asam urat rendah jarang menimbulkan keluhan dan biasanya ditemukan tanpa sengaja. Kadar bisa turun bila kamu sedang memakai obat penurun asam urat. Kalau hasilnya jauh di bawah rentang lab tanpa alasan yang jelas, tanyakan ke dokter apakah perlu pemeriksaan lanjutan.

Persiapan sebelum tes

Tes asam urat biasanya tidak wajib puasa, tetapi sering diambil bersamaan dengan gula darah atau profil lemak yang butuh puasa. Ikuti instruksi lab, dan baca puasa sebelum cek darah bila ragu. Sebutkan obat yang sedang kamu minum, termasuk obat darah tinggi.

Langkah selanjutnya

Kalau asam urat kamu tinggi tanpa keluhan, dokter biasanya akan melihat juga fungsi ginjal, tekanan darah, gula darah dan berat badan, karena semuanya sering muncul bersamaan. Pemeriksaan ulang setelah perubahan pola makan dan minum membantu melihat arahnya. Kalau kamu sudah minum obat penurun asam urat, cek ulang dipakai untuk menilai apakah target sudah tercapai [2].

Kenapa nilai rujukan bisa beda

Tiap laboratorium memakai alat dan populasi rujukan yang berbeda, sehingga batas normalnya bisa sedikit bergeser. Jenis kelamin dan usia juga berpengaruh. Angka 6,8 mg/dL di atas adalah batas kimiawi kapan urat mulai mengkristal [1], berbeda dengan batas “normal” yang dicetak lab berdasarkan populasi.

Kapan harus ke dokter?

  • Sendi tiba tiba bengkak, merah, panas dan sangat nyeri, apalagi disertai demam
  • Nyeri pinggang hebat yang menjalar ke perut bawah, atau kencing berdarah
  • Kencing sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali
  • Asam urat tinggi disertai kreatinin naik atau eGFR turun di hasil lab

Pertanyaan terkait

Apa itu batu ginjal dan kenapa bisa terbentuk?Penyakit ginjal kronis: pengertian, stadium, dan pemeriksaannyaCara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuanPerlu puasa sebelum cek darah? Pemeriksaan yang wajib puasa

Rujukan

  1. Dalbeth N, Gosling AL, Gaffo A, Abhishek A. Gout. Lancet. 2021;397(10287):1843-1855 Lihat sumber
  2. FitzGerald JD, Dalbeth N, Mikuls T, et al. 2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout. Arthritis Care Res (Hoboken). 2020;72(6):744-760 Lihat sumber
  3. Richette P, Doherty M, Pascual E, et al. 2016 updated EULAR evidence-based recommendations for the management of gout. Ann Rheum Dis. 2017;76(1):29-42 Lihat sumber
  4. Johnson RJ, Bakris GL, Borghi C, et al. Hyperuricemia, Acute and Chronic Kidney Disease, Hypertension, and Cardiovascular Disease: Report of a Scientific Workshop Organized by the National Kidney Foundation. Am J Kidney Dis. 2018;71(6):851-865 Lihat sumber
  5. Abou-Elela A. Epidemiology, pathophysiology, and management of uric acid urolithiasis: A narrative review. J Adv Res. 2017;8(5):513-527 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini