Apa itu cuci darah dan kapan dibutuhkan?
Ringkasan
Cuci darah adalah cara mengambil alih tugas ginjal menyaring sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari darah. Cuci darah biasanya dibutuhkan saat gagal ginjal sudah sangat lanjut dan menimbulkan keluhan atau komplikasi. Keputusan memulainya diambil bersama dokter.
- Cuci darah menggantikan sebagian tugas ginjal.
- Biasanya dimulai pada gagal ginjal stadium 5 dengan keluhan.
- Ada dua cara: hemodialisis dan CAPD.

Saat ginjal hampir berhenti bekerja, sisa metabolisme dan cairan menumpuk di tubuh. Cuci darah, atau dialisis, membantu membuangnya.
Kapan cuci darah dimulai?
Tidak hanya dari satu angka lab. Dokter mempertimbangkan eGFR bersama keluhan dan komplikasi, misalnya:
- Mual, muntah, dan nafsu makan hilang
- Sesak karena cairan menumpuk
- Kalium darah sangat tinggi
- Badan sangat lemas dan sulit berkonsentrasi
Dua cara cuci darah
Hemodialisis dilakukan di rumah sakit dengan mesin, biasanya dua sampai tiga kali seminggu. CAPD memakai rongga perut sebagai penyaring dan bisa dilakukan sendiri di rumah setiap hari.
Apakah cuci darah seumur hidup?
Pada gagal ginjal kronis, cuci darah biasanya dilakukan terus, kecuali pasien menjalani transplantasi ginjal.
Pertanyaan terkait
Hemodialisis atau CAPD, apa bedanya?Kenapa minum harus dibatasi saat cuci darah?Rujukan
- KDIGO CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini