Studi kasus: fungsi ginjal turun setelah minum obat antinyeri saat diare
Ringkasan
Seorang pasien lanjut usia dengan hipertensi mengalami penurunan fungsi ginjal mendadak setelah minum obat antinyeri golongan NSAID setiap hari saat sedang diare. Kombinasi dehidrasi, NSAID, dan obat tensi tertentu mengurangi aliran darah ke ginjal. Fungsi ginjal membaik setelah obat dihentikan dan cairan tubuh dipulihkan.
- NSAID menghambat zat yang menjaga aliran darah ginjal.
- Dehidrasi dan usia lanjut menaikkan risiko.
- Sering bisa pulih bila obat penyebab cepat dihentikan.

Kasus
Seorang perempuan berusia 60-an tahun dengan tekanan darah tinggi rutin minum obat tensi. Karena lututnya nyeri, ia membeli obat antinyeri golongan NSAID tanpa resep dan meminumnya setiap hari selama sekitar seminggu. Di minggu yang sama ia terkena diare, sehingga makan dan minumnya berkurang.
Ia datang ke dokter karena sangat lemas dan kencingnya makin sedikit. Hasil lab menunjukkan kreatinin naik jauh dibanding hasil pemeriksaan rutinnya beberapa bulan sebelumnya.
Apa yang terjadi?
Ginjal butuh aliran darah yang cukup untuk bekerja. Saat tubuh kekurangan cairan karena diare, ginjal mempertahankan alirannya dengan bantuan zat bernama prostaglandin. Obat NSAID menghambat prostaglandin, sehingga mekanisme pelindung ini hilang [1]. Risiko ini lebih tinggi pada usia lanjut, saat dehidrasi, dan pada orang yang juga minum obat tensi golongan tertentu atau obat pelancar kencing [2].
Penanganan
Dokter menghentikan obat antinyeri, mengganti cairan tubuh yang hilang, dan menyesuaikan sementara obat tensinya. Fungsi ginjal dipantau dengan tes darah berulang dan berangsur membaik setelah penyebabnya dihentikan.
Pelajaran dari kasus ini
- Obat antinyeri bebas pun bisa mengganggu ginjal bila dipakai setiap hari, terutama pada usia lanjut [2].
- Diare, muntah, atau kurang minum menambah risiko. Saat sakit seperti ini, tanyakan ke dokter apakah obat rutin perlu dihentikan sementara.
- Gangguan ginjal akut karena obat sering bisa pulih bila ditemukan cepat dan obat penyebabnya dihentikan [2].
Kapan harus ke dokter?
- Kencing makin sedikit atau tidak kencing seharian
- Sangat lemas, mual, atau sesak setelah minum obat
- Diare atau muntah terus pada orang yang minum obat tensi atau antinyeri rutin
Pertanyaan terkait
Obat antinyeri yang perlu diwaspadai untuk ginjalKreatinin tinggi, apakah pasti gagal ginjal?Rujukan
- Lucas GNC, Leitao ACC, Alencar RL, et al. Pathophysiological aspects of nephropathy caused by non-steroidal anti-inflammatory drugs. J Bras Nefrol. 2019;41(1):124-130 Lihat sumber
- LaForge JM, Urso K, Day JM, et al. Non-steroidal Anti-inflammatory Drugs: Clinical Implications, Renal Impairment Risks, and AKI. Adv Ther. 2023;40(5):2082-2096 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini