PanduanPedoman klinisDasar

PSA: arti hasil tes prostat pada pria

Ringkasan

PSA adalah protein dari kelenjar prostat yang bisa diukur di darah. Batas 4,0 ng/mL sering dipakai, tetapi batas normal naik seiring usia. PSA tinggi tidak sama dengan kanker: pembesaran prostat jinak, radang prostat, ejakulasi, dan tindakan pada prostat juga menaikkannya. Langkah berikutnya biasanya tes ulang, lalu MRI, dan biopsi bila perlu.

  • PSA tinggi tidak sama dengan kanker, pembesaran prostat jinak dan radang prostat sering jadi penyebabnya
  • Hindari ejakulasi 48 jam sebelum tes
  • Batas atas PSA naik dengan usia, sekitar 2,5 ng/mL di usia 40an sampai 6,5 ng/mL di usia 70an pada satu studi
  • Skrining usia 55 sampai 69 tahun sebaiknya diputuskan bersama dokter setelah membahas manfaat dan risikonya
  • MRI sebelum biopsi membantu menghindari biopsi yang tidak perlu
Ilustrasi anatomi kelenjar prostat di bawah kandung kemih pada pria
Gambar: Henry Vandyke Carter, Public domain

PSA (prostate-specific antigen) adalah protein yang dibuat oleh kelenjar prostat, kelenjar sebesar kenari di bawah kandung kemih pria. Sebagian kecil PSA masuk ke darah, dan kadarnya bisa diukur dari sampel darah biasa. PSA sering masuk paket medical check-up pria usia paruh baya sebagai penanda tumor untuk kanker prostat.

Hal pertama yang perlu kamu pegang: PSA tinggi tidak sama dengan kanker. PSA naik pada banyak keadaan prostat yang jinak. Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan di lembar lab kamu sendiri, karena metode tiap lab bisa berbeda.

Batas yang sering dipakai

Selama bertahun-tahun, angka 4,0 ng/mL dipakai sebagai batas atas “normal” [1]. Masalahnya, batas ini tidak tegas. Dalam studi Prostate Cancer Prevention Trial, pria usia 62 sampai 91 tahun yang PSA-nya selalu 4,0 ng/mL atau kurang tetap menjalani biopsi di akhir studi, dan kanker prostat ditemukan pada 15,2% dari mereka [1]. Sebaliknya, banyak pria dengan PSA di atas 4 ternyata tidak punya kanker.

PSA juga naik seiring usia karena prostat membesar. Sebuah studi pada pria sehat di Amerika Serikat mengusulkan batas atas menurut usia [2]:

UsiaBatas atas PSA (persentil ke-95)
40 sampai 49 tahun2,5 ng/mL [2]
50 sampai 59 tahun3,5 ng/mL [2]
60 sampai 69 tahun4,5 ng/mL [2]
70 sampai 79 tahun6,5 ng/mL [2]

Angka di tabel ini contoh dari satu populasi. Lab dan dokter kamu bisa memakai batas lain.

Hal yang bisa menaikkan PSA selain kanker

  • Pembesaran prostat jinak (BPH). PSA berkorelasi dengan ukuran prostat, dan ukuran prostat bertambah dengan usia [2].
  • Radang prostat (prostatitis), termasuk infeksi, bisa menaikkan PSA dengan nyata [3]. Gejalanya bisa berupa demam, nyeri saat kencing, atau nyeri di daerah panggul. Lihat juga leukosit dan nitrit di urine.
  • Ejakulasi. Pada pria 49 sampai 79 tahun, PSA naik setelah ejakulasi pada 87% peserta, dan 97% kembali ke angka awal dalam 48 jam [4]. Peneliti menyarankan tidak ejakulasi selama 48 jam sebelum tes [4].
  • Retensi urin (tidak bisa kencing) dan tindakan pada prostat. Biopsi prostat dan operasi prostat lewat saluran kencing menaikkan PSA, dan kenaikannya baru hilang setelah 4 sampai 6 minggu [3].
  • Bersepeda. Pertanyaan ini sering muncul. Sebuah meta-analisis dari 8 studi tidak menemukan kenaikan PSA yang bermakna setelah bersepeda, walaupun jumlah studinya masih sedikit [5].

Skrining PSA: keputusan bersama dokter

Skrining berarti tes PSA pada pria tanpa keluhan. Manfaatnya ada, tetapi kecil, dan ada risikonya. Gugus tugas pencegahan Amerika Serikat (USPSTF) tahun 2018 menghitung bahwa skrining PSA pada pria 55 sampai 69 tahun bisa mencegah sekitar 1,3 kematian akibat kanker prostat per 1.000 pria yang diskrining selama kurang lebih 13 tahun, dan sekitar 3 kasus kanker yang sudah menyebar per 1.000 pria [6]. Di sisi lain, banyak pria mengalami hasil positif palsu, biopsi yang sebenarnya tidak perlu, serta diagnosis kanker yang sebenarnya tidak akan pernah mengganggu hidupnya [6]. Pengobatan kanker prostat juga punya efek samping. Sekitar 1 dari 5 pria yang menjalani operasi pengangkatan prostat mengalami ngompol jangka panjang, dan 2 dari 3 mengalami gangguan ereksi jangka panjang [6].

Karena itu USPSTF menganjurkan agar pria 55 sampai 69 tahun memutuskan sendiri setelah berdiskusi dengan dokter tentang manfaat dan risikonya, dan tidak menganjurkan skrining PSA rutin pada usia 70 tahun ke atas [6]. Pedoman Eropa (EAU) 2024 menganjurkan pendekatan berbasis risiko yang umumnya dimulai sekitar usia 50 tahun dan mempertimbangkan harapan hidup tiap orang [7]. Riwayat kanker prostat di keluarga meningkatkan risiko, jadi sampaikan hal ini kepada dokter [6].

Kalau PSA kamu tinggi

Langkah berikutnya biasanya bertahap:

  1. Ulangi tes. Dokter sering mengulang PSA beberapa minggu kemudian, setelah penyebab sementara seperti infeksi atau ejakulasi disingkirkan [3].
  2. Pemeriksaan colok dubur untuk meraba prostat.
  3. MRI prostat. Pedoman EAU menganjurkan MRI multiparametrik sebelum biopsi untuk menghindari biopsi yang tidak perlu [7].
  4. Biopsi bila MRI atau hasil lain mencurigakan [7]. Hanya biopsi yang bisa memastikan ada atau tidaknya kanker.

Kanker prostat yang ditemukan lewat tahapan ini sering berisiko rendah. Untuk jenis ini, pedoman EAU menganjurkan pemantauan aktif, yaitu kontrol berkala tanpa langsung operasi atau radiasi [7].

Persiapan sebelum tes

Tes PSA tidak perlu puasa. Hindari ejakulasi 48 jam sebelumnya [4]. Tunda tes bila kamu sedang infeksi saluran kemih atau baru menjalani tindakan pada prostat, dan beri tahu petugas tentang obat yang kamu minum. Bila hasilmu juga menunjukkan darah dalam urine, diskusikan bersama dengan dokter.

Kapan harus ke dokter?

  • Tidak bisa kencing sama sekali atau perut bawah terasa penuh dan nyeri
  • Demam, menggigil, dan nyeri saat kencing atau di daerah panggul
  • Ada darah di urine atau di air mani
  • Nyeri tulang punggung atau panggul yang baru muncul dan tidak membaik, disertai berat badan turun
  • PSA naik terus pada pemeriksaan berulang

Pertanyaan terkait

Medical check-up: pemeriksaan apa yang perlu sesuai usiaLeukosit dan nitrit di urine: tanda infeksi saluran kemih?Darah dalam urine (hematuria): arti hasil eritrosit urineCara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuan

Rujukan

  1. Thompson IM, Pauler DK, Goodman PJ, et al. Prevalence of prostate cancer among men with a prostate-specific antigen level < or =4.0 ng per milliliter. N Engl J Med. 2004;350(22):2239-46 Lihat sumber
  2. Oesterling JE, Jacobsen SJ, Chute CG, et al. Serum prostate-specific antigen in a community-based population of healthy men. Establishment of age-specific reference ranges. JAMA. 1993;270(7):860-4 Lihat sumber
  3. Tchetgen MB, Oesterling JE. The effect of prostatitis, urinary retention, ejaculation, and ambulation on the serum prostate-specific antigen concentration. Urol Clin North Am. 1997;24(2):283-91 Lihat sumber
  4. Tchetgen MB, Song JT, Strawderman M, Jacobsen SJ, Oesterling JE. Ejaculation increases the serum prostate-specific antigen concentration. Urology. 1996;47(4):511-6 Lihat sumber
  5. Jiandani D, Randhawa A, Brown RE, et al. The effect of bicycling on PSA levels: a systematic review and meta-analysis. Prostate Cancer Prostatic Dis. 2015;18(3):208-12 Lihat sumber
  6. US Preventive Services Task Force; Grossman DC, Curry SJ, Owens DK, et al. Screening for prostate cancer: US Preventive Services Task Force recommendation statement. JAMA. 2018;319(18):1901-13 Lihat sumber
  7. Cornford P, van den Bergh RCN, Briers E, et al. EAU-EANM-ESTRO-ESUR-ISUP-SIOG guidelines on prostate cancer, 2024 update. Part I: screening, diagnosis, and local treatment with curative intent. Eur Urol. 2024;86(2):148-63 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini