Obat antinyeri yang perlu diwaspadai untuk ginjal
Ringkasan
Obat antinyeri golongan NSAID, seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan natrium diklofenak, bisa mengganggu aliran darah ke ginjal bila dipakai lama atau dalam dosis tinggi. Risikonya lebih besar pada orang dengan penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, usia lanjut, atau saat dehidrasi.
- Golongan NSAID paling perlu diwaspadai.
- Risiko naik bila dipakai lama atau saat dehidrasi.
- Tanyakan ke dokter sebelum minum antinyeri rutin.

Banyak orang minum obat pegal linu atau sakit kepala hampir setiap hari tanpa sadar efeknya ke ginjal.
Kenapa NSAID berisiko?
Obat golongan NSAID mengurangi zat yang membantu menjaga aliran darah ke ginjal. Pada ginjal yang sehat efek ini biasanya tidak terasa, tetapi pada ginjal yang sudah lemah fungsinya bisa turun.
Contoh obat golongan NSAID
- Ibuprofen
- Asam mefenamat
- Natrium diklofenak
- Piroksikam dan meloksikam
Siapa yang perlu lebih hati-hati?
- Orang dengan penyakit ginjal kronis
- Penderita diabetes dan hipertensi
- Usia lanjut
- Saat diare, muntah, atau kurang minum
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Jangan memakai antinyeri setiap hari tanpa saran dokter. Bila butuh obat nyeri rutin, tanyakan pilihan yang lebih aman untuk ginjal.
Pertanyaan terkait
Apa itu penyakit ginjal kronis?Rujukan
- KDIGO CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini