PanduanUlasan ilmiahDasar

Leukosit tinggi dan rendah: arti hasil sel darah putih

Ringkasan

Leukosit normal orang dewasa umumnya 4.500 sampai 11.000 sel per mikroliter. Leukosit tinggi paling sering karena infeksi, tetapi juga bisa karena stres, olahraga berat, obat steroid, atau merokok. Leukosit rendah sering karena infeksi virus seperti dengue, efek obat, atau penyakit autoimun. Bandingkan dengan rentang di lembar lab kamu, lalu diskusikan polanya dengan dokter.

  • Rentang dewasa yang umum: 4.500 sampai 11.000 per mikroliter
  • Infeksi bakteri adalah penyebab leukosit tinggi tersering, leukemia jauh lebih jarang
  • Stres, olahraga berat, steroid, dan merokok bisa menaikkan leukosit
  • Virus termasuk dengue dan obat tertentu sering menurunkan leukosit
  • Sebagian orang sehat punya netrofil rendah bawaan tanpa risiko infeksi lebih tinggi
Sel darah putih jenis netrofil di tengah, dikelilingi sel darah merah dan trombosit pada sediaan apus darah
Gambar: Ajay Kumar Chaurasiya, CC BY-SA 4.0

Leukosit atau sel darah putih adalah sel pertahanan tubuh. Jumlahnya dihitung dalam pemeriksaan darah lengkap, dan sering menjadi angka pertama yang dilihat orang saat demam. Leukosit tinggi disebut leukositosis, leukosit rendah disebut leukopenia.

Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Rentang normal berbeda antar lab, dan juga tergantung usia serta kehamilan [1].

Nilai normal leukosit

Pada orang dewasa yang tidak hamil, rentang yang sering dipakai adalah 4.500 sampai 11.000 sel per mikroliter (4,5 sampai 11,0 ×109/L) [1]. Di atas 11.000 disebut leukositosis [1]. Anak-anak dan ibu hamil memakai rentang yang berbeda [1].

Hitung jenis: lima tipe sel darah putih

Hitung jenis memecah total leukosit menjadi lima tipe. Angka persentase di bawah ini adalah contoh rentang dari satu sumber rujukan [1]:

Jenis selKisaran normalPeran utama
Netrofil40 sampai 60% [1]Melawan bakteri, naik pada infeksi bakteri dan stres
Limfosit20 sampai 40% [1]Melawan virus, membentuk antibodi
Monosit2 sampai 8% [1]Membersihkan sisa sel dan kuman
Eosinofil1 sampai 4% [1]Naik pada alergi dan infeksi parasit
Basofil0,5 sampai 1% [1]Terlibat dalam reaksi alergi

Dokter sering lebih memperhatikan jumlah absolut tiap sel, terutama jumlah netrofil absolut, daripada persentasenya [2].

Kalau leukosit tinggi

Leukositosis paling sering adalah tanda infeksi, terutama infeksi bakteri [1]. Tapi ada banyak penyebab lain yang tidak berbahaya [1]:

  • Stres fisik dan emosi. Jumlah leukosit bisa naik dua kali lipat dalam hitungan jam setelah operasi, olahraga berat, cedera, atau stres emosional, karena tubuh melepas cadangan netrofil [1].
  • Obat. Kortikosteroid adalah contoh yang sering. Obat lain seperti lithium dan obat asma golongan beta agonis juga bisa menaikkan leukosit [1].
  • Merokok dan obesitas [1].
  • Peradangan kronis, misalnya penyakit autoimun, dan kondisi setelah limpa diangkat [1].

Kanker darah seperti leukemia jauh lebih jarang. Dokter mulai curiga ke arah ini bila leukosit tinggi disertai demam berkepanjangan, berat badan turun, mudah memar, atau sangat lelah [1]. Pada keadaan seperti itu, langkah berikutnya biasanya mengulang darah lengkap dan memeriksa sediaan apus darah di bawah mikroskop [1].

Kalau leukosit rendah

Leukopenia paling sering berupa netropenia, yaitu netrofil yang rendah. Penyebab yang umum [2]:

  • Infeksi virus. Virus adalah salah satu penyebab tersering netropenia [2]. Di Indonesia, contoh pentingnya adalah demam berdarah dengue, yang sering menurunkan leukosit dan trombosit pada hari-hari awal demam [3]. Baca juga trombosit turun pada demam berdarah.
  • Obat. Obat adalah penyebab netropenia didapat yang paling sering [2]. Contohnya beberapa obat antikejang, obat antitiroid, sebagian antibiotik, dan obat antiradang nonsteroid (OAINS) [2].
  • Penyakit autoimun, misalnya lupus, yang bisa membuat tubuh membentuk antibodi terhadap netrofilnya sendiri [2].
  • Infeksi berat (sepsis) dan, lebih jarang, penyakit sumsum tulang [2].

Netropenia etnis jinak

Sebagian orang sehat punya netrofil yang memang rendah seumur hidup tanpa sakit apa pun. Kondisi ini disebut netropenia etnis jinak (benign ethnic neutropenia). Kondisi ini paling banyak ditemukan pada orang keturunan Afrika, Timur Tengah, dan Hindia Barat, dan orang dengan kondisi ini tidak lebih rentan infeksi [4]. Jumlah netrofil absolutnya biasanya 0,5 sampai 1,5 ×109/L [2]. Data untuk penduduk Indonesia masih terbatas, jadi diagnosis ini tetap perlu ditegakkan dokter setelah penyebab lain disingkirkan.

Netropenia menjadi penting secara medis bila berat, yaitu netrofil absolut di bawah 0,5 ×109/L, karena risiko infeksinya naik [2].

Persiapan dan kapan diulang

Pemeriksaan leukosit tidak perlu puasa. Hindari olahraga berat sesaat sebelum diambil darah, dan sampaikan ke petugas bila kamu sedang minum obat steroid. Hasil yang sedikit di luar rentang saat kamu sedang flu atau demam sering kembali normal setelah sembuh, jadi dokter biasanya meminta pengulangan beberapa minggu kemudian. Untuk demam yang dicurigai tifus, dokter mungkin juga meminta tes lain; lihat tes Widal untuk tifus. Panduan umum membaca hasil ada di cara membaca hasil lab.

Kapan harus ke dokter?

  • Netrofil absolut di bawah 500 per mikroliter (0,5 ×10^9/L), apalagi disertai demam
  • Demam dengan leukosit rendah plus nyeri perut, muntah terus, gusi berdarah, atau bintik merah di kulit
  • Leukosit tinggi disertai berat badan turun, keringat malam, mudah memar, atau benjolan di leher
  • Demam tinggi saat sedang menjalani kemoterapi atau minum obat yang diketahui menurunkan leukosit

Pertanyaan terkait

Darah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksaTrombosit turun saat demam berdarah: kapan berbahayaTes Widal positif: kenapa tidak bisa jadi patokan tifusCara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuan

Rujukan

  1. Riley LK, Rupert J. Evaluation of patients with leukocytosis. Am Fam Physician. 2015;92(11):1004-11 Lihat sumber
  2. Tefferi A, Hanson CA, Inwards DJ. How to interpret and pursue an abnormal complete blood cell count in adults. Mayo Clin Proc. 2005;80(7):923-36 Lihat sumber
  3. Simmons CP, Farrar JJ, Nguyen vV, Wills B. Dengue. N Engl J Med. 2012;366(15):1423-32 Lihat sumber
  4. Atallah-Yunes SA, Ready A, Newburger PE. Benign ethnic neutropenia. Blood Rev. 2019;37:100586 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini