PanduanPedoman klinisDasar

Tekanan darah: cara membaca angka atas dan bawah

Ringkasan

Angka atas (sistolik) adalah tekanan saat jantung memompa, angka bawah (diastolik) saat jantung beristirahat. Menurut pedoman ESC 2024, di bawah 120/70 mmHg tidak meningkat, 120 sampai 139 atau 70 sampai 89 meningkat, dan 140/90 atau lebih hipertensi. Pedoman Amerika memakai batas 130/80. Di rumah, batas hipertensi adalah rata-rata 135/85 mmHg.

  • Cukup salah satu angka melewati batas untuk masuk kategori lebih tinggi
  • ESC 2024: hipertensi bila 140/90 mmHg atau lebih di klinik, AHA/ACC memakai 130/80
  • Di rumah, batas hipertensi adalah rata-rata 135/85 mmHg
  • Duduk 5 menit, lengan setinggi jantung, manset pas, ukur lebih dari sekali
  • Hipertensi jas putih dan terselubung hanya ketahuan dengan pengukuran di luar klinik
Layar alat tensimeter digital yang menunjukkan angka atas 136 dan angka bawah 87
Gambar: Kent Madsen, CC BY-SA 4.0

Hasil tekanan darah selalu ditulis dua angka, misalnya 128/84 mmHg. Satuannya mmHg (milimeter air raksa). Pengukuran ini hampir selalu ada di medical check-up, dan merupakan salah satu angka paling penting untuk kesehatan jantung, otak, dan ginjal.

Angka atas disebut tekanan sistolik, yaitu tekanan di pembuluh darah saat jantung memompa. Angka bawah disebut tekanan diastolik, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara dua denyut. Keduanya sama penting. Kalau salah satu saja melewati batas, hasilmu sudah masuk kategori yang lebih tinggi [1].

Kategori menurut pedoman ESC 2024

Pedoman Perhimpunan Kardiologi Eropa (ESC) tahun 2024 membagi tekanan darah yang diukur di klinik menjadi tiga kelompok [1]:

KategoriAngka atasAngka bawah
Tidak meningkatdi bawah 120dan di bawah 70 [1]
Meningkat120 sampai 139atau 70 sampai 89 [1]
Hipertensi140 atau lebihatau 90 atau lebih [1]

Kategori “meningkat” adalah wilayah abu-abu. Di sini ESC meminta dokter menilai risiko keseluruhan. Orang dengan penyakit ginjal kronis, diabetes, atau penyakit jantung yang sudah ada dianggap berisiko tinggi, sehingga angka di kelompok ini lebih perlu ditindaklanjuti [1].

Pedoman Amerika (AHA/ACC) tahun 2025 memakai batas yang lebih rendah. Di sana, hipertensi tahap 1 sudah dimulai dari angka atas 130 atau angka bawah 80 [2]. Jadi angka 132/82 bisa disebut “meningkat” oleh dokter yang memakai pedoman Eropa, dan “hipertensi tahap 1” oleh dokter yang memakai pedoman Amerika. Keduanya sepakat bahwa angka itu perlu diperhatikan.

Cara mengukur yang benar

Tekanan darah mudah berubah. Cara mengukur yang keliru bisa membuat angkanya naik atau turun beberapa poin. Pedoman memberi langkah berikut [1][3]:

  • Hindari olahraga, kopi, dan rokok minimal 30 menit sebelum diukur [1]. Kosongkan kandung kemih.
  • Duduk tenang selama 5 menit, punggung bersandar, kaki menapak lantai dan tidak disilangkan [1][3].
  • Lengan atas disangga setinggi jantung, misalnya diletakkan di meja [1].
  • Pakai manset yang ukurannya pas dengan lingkar lengan. Kantong udara di dalam manset sebaiknya melingkupi 75 sampai 100% lingkar lengan [1]. Manset yang terlalu kecil membuat hasil terbaca lebih tinggi dari sebenarnya [3].
  • Jangan bicara selama pengukuran [3].
  • Ukur tiga kali dengan jeda 1 sampai 2 menit, lalu ambil rata-rata dua pengukuran terakhir [1].

Satu kali pengukuran saat terburu-buru di klinik belum cukup untuk menyebut seseorang hipertensi. Dokter biasanya mengulang di kunjungan lain atau meminta pengukuran di rumah.

Tekanan darah di rumah

Angka di rumah cenderung lebih rendah daripada di klinik, jadi batasnya juga berbeda. Menurut ESC 2024, rata-rata tekanan darah di rumah 135/85 mmHg atau lebih sudah termasuk hipertensi [1]. Pada pemantauan 24 jam dengan alat yang dipakai seharian, batasnya 130/80 untuk rata-rata 24 jam [1].

Supaya hasil rumah bisa dipakai dokter, gunakan alat digital lengan atas yang sudah tervalidasi [1]. Ukur pagi dan malam, masing-masing dua kali, selama beberapa hari berturut-turut, idealnya seminggu [1]. Catat semua angka dan bawa saat kontrol. Untuk orang dengan hipertensi dan penyakit ginjal, catatan seperti ini sangat membantu dokter menilai apakah pengobatan sudah cukup.

Efek jas putih dan hipertensi terselubung

Sebagian orang tegang saat diukur oleh tenaga kesehatan, sehingga angkanya tinggi di klinik tetapi normal di rumah. Ini disebut hipertensi jas putih (white coat hypertension), misalnya 140/90 atau lebih di klinik tetapi di bawah 135/85 di rumah [1]. Sebaliknya ada hipertensi terselubung (masked hypertension): angka di klinik normal, tetapi di rumah tinggi [1]. Dibanding orang yang tekanan darahnya normal di klinik maupun di rumah, kelompok terselubung ini berisiko jauh lebih tinggi terkena penyakit jantung dan pembuluh darah [3]. Masalahnya, kondisi ini sering tidak ketahuan. Pengukuran di rumah membantu membedakan keduanya.

Kenapa ginjal ikut diperhatikan

Tekanan darah tinggi yang lama merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Sebaliknya, ginjal yang sudah sakit juga bisa menaikkan tekanan darah. Karena itu, orang dengan hipertensi biasanya juga diperiksa kreatinin, eGFR, dan albumin dalam urine [1]. Mengurangi asupan garam termasuk langkah pertama yang dianjurkan; baca garam dan ginjal.

Kalau hasil medical check-up kamu masuk kategori meningkat atau hipertensi, langkah wajarnya adalah mengulang pengukuran dengan cara yang benar, mengukur di rumah, lalu membawa catatannya ke dokter.

Kapan harus ke dokter?

  • Tekanan darah 180/110 mmHg atau lebih disertai nyeri dada, sesak, sakit kepala hebat, pandangan kabur, bicara pelo, atau lemah separuh badan: segera ke IGD
  • Rata-rata di rumah terus 135/85 mmHg atau lebih
  • Tekanan darah tinggi disertai kaki bengkak, kencing berbusa, atau jumlah kencing berkurang
  • Tekanan darah tinggi saat hamil, apalagi disertai sakit kepala atau bengkak

Pertanyaan terkait

Tensi tinggi dan ginjal: mana yang lebih dulu?Berapa banyak garam yang aman untuk ginjal?Medical check-up: pemeriksaan apa yang perlu sesuai usiaCara membaca hasil eGFR dan stadium ginjal

Rujukan

  1. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018 Lihat sumber
  2. Jones DW, Ferdinand KC, Taler SJ, et al. 2025 AHA/ACC/AANP/AAPA/ABC/ACCP/ACPM/AGS/AMA/ASPC/NMA/PCNA/SGIM Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation and Management of High Blood Pressure in Adults. Hypertension. 2025;82(10):e212-e316 Lihat sumber
  3. Muntner P, Shimbo D, Carey RM, et al. Measurement of blood pressure in humans: a scientific statement from the American Heart Association. Hypertension. 2019;73(5):e35-e66 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini