PanduanUlasan ilmiahGejala & diagnosis

Hb tinggi: penyebab dan kapan perlu diperiksa lebih lanjut

Ringkasan

Hb disebut tinggi bila di atas sekitar 16,5 g/dL pada laki-laki atau 16,0 g/dL pada perempuan. Penyebab tersering adalah darah yang pekat karena kurang cairan, merokok, penyakit paru, sleep apnea, dataran tinggi, dan obat seperti testosteron atau penghambat SGLT2. Polisitemia vera, kelainan sumsum tulang, jarang. Dokter biasanya mengulang tes lalu memeriksa EPO dan JAK2.

  • Batas WHO: Hb di atas 16,5 g/dL (laki-laki) atau 16,0 g/dL (perempuan)
  • Kurang cairan bisa membuat Hb tampak tinggi, jadi tes sering diulang
  • Merokok, sleep apnea, penyakit paru, dan dataran tinggi sering menaikkan Hb
  • Testosteron dan obat penghambat SGLT2 juga bisa menaikkan Hb
  • Polisitemia vera jarang, sekitar 95% pasiennya membawa mutasi JAK2
Sediaan apus darah pasien polisitemia vera di bawah mikroskop, tampak sel darah merah dan beberapa sel darah putih
Gambar: The Armed Forces Institute of Pathology (AFIP), Public domain

Hemoglobin (Hb) adalah protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Orang lebih sering khawatir soal Hb rendah, tetapi Hb yang terlalu tinggi juga perlu dipahami. Dalam istilah medis, keadaan ini disebut eritrositosis, yaitu jumlah sel darah merah di atas rentang normal untuk jenis kelaminmu [1]. Di lembar hasil atau percakapan sehari-hari, istilah polisitemia juga sering dipakai. Penjelasan dasar tentang Hb ada di hemoglobin: nilai normal, arti rendah dan tinggi.

Bandingkan angkamu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Rentang normal berbeda antar lab, dan juga tergantung jenis kelamin dan usia.

Kapan Hb disebut tinggi

Sebagai patokan, kriteria WHO 2016 untuk polisitemia vera memakai batas berikut [1]:

Laki-lakiPerempuan
Hemoglobindi atas 16,5 g/dL [1]di atas 16,0 g/dL [1]
Hematokritdi atas 49% [1]di atas 48% [1]

Hematokrit adalah persentase volume darah yang diisi sel darah merah, dan ikut diperiksa dalam pemeriksaan darah lengkap.

Relatif atau absolut

Penyebab Hb tinggi dibagi dua kelompok besar [1]:

  • Eritrositosis relatif. Jumlah sel darah merah sebenarnya normal, tetapi cairan darah (plasma) berkurang sehingga darah lebih pekat [1]. Contohnya kehilangan cairan lewat muntah dan diare, atau pemakaian obat pelancar kencing (diuretik) [1]. Kurang minum juga bisa membuat darah lebih pekat. Hb seperti ini biasanya kembali normal setelah cairan tubuh tercukupi, jadi dokter sering mengulang tes dulu.
  • Eritrositosis absolut. Jumlah sel darah merah memang bertambah [1]. Kelompok ini dibagi lagi menjadi primer, yaitu sumsum tulang membuat sel darah merah tanpa kendali, dan sekunder, yaitu sumsum tulang merespons sinyal hormon eritropoietin (EPO) yang meningkat [1].

Penyebab sekunder yang sering

Eritrositosis sekunder jauh lebih sering daripada penyakit sumsum tulang [1]. Penyebabnya antara lain [1]:

  • Merokok. Karbon monoksida dari asap rokok mengurangi kemampuan Hb membawa oksigen, dan tubuh mengimbanginya dengan membuat lebih banyak sel darah merah. WHO bahkan menyarankan batas anemia dinaikkan 0,3 sampai 0,6 g/dL pada perokok, tergantung jumlah batang per hari [3].
  • Kekurangan oksigen kronis: penyakit paru menahun, henti napas saat tidur (obstructive sleep apnea, ditandai mendengkur keras dan sering terbangun), penyakit jantung bawaan yang membuat bibir kebiruan, dan tinggal di dataran tinggi [1]. WHO juga memberi koreksi Hb untuk tempat tinggal di atas 1.000 meter [3].
  • Obat dan hormon: terapi testosteron dan suntikan eritropoietin [1]. Obat diabetes dan ginjal golongan penghambat SGLT2 juga dapat menaikkan Hb [2]. Jangan menghentikan obat ini sendiri; bicarakan hasilnya dengan dokter yang meresepkan.
  • Kelainan ginjal. Ginjal adalah penghasil utama EPO, sehingga beberapa kelainan ginjal bisa mendorong produksinya: penyempitan arteri ginjal, ginjal polikistik, tumor ginjal jenis karsinoma sel ginjal, dan eritrositosis setelah transplantasi ginjal [1]. Tumor hati juga bisa menghasilkan EPO [1].

Polisitemia vera

Polisitemia vera adalah kelainan sumsum tulang yang jarang. Angka kejadiannya sekitar 0,84 kasus baru per 100.000 orang per tahun, dengan prevalensi sekitar 22 per 100.000 [1]. Sekitar 95% pasien polisitemia vera membawa mutasi JAK2 V617F, sehingga tes genetik JAK2 menjadi salah satu pemeriksaan kunci [1]. Keluhan yang khas antara lain gatal setelah kena air atau mandi, dan rasa terbakar disertai kemerahan di tangan atau kaki [1]. Karena seluruh sumsum tulang ikut aktif, leukosit dan trombosit sering ikut naik ringan sampai sedang [1]. Penyakit ini berkaitan dengan penggumpalan darah: sampai 15% pasien yang baru terdiagnosis sudah pernah mengalami sumbatan pembuluh darah arteri atau vena [1]. Karena itu polisitemia vera perlu ditangani dokter spesialis darah.

Apa yang biasanya diperiksa dokter

Langkah pertama biasanya mengulang darah lengkap dan membandingkannya dengan hasil lama. Hb yang sudah tinggi sejak lama mengarah ke penyebab yang berbeda dibanding Hb yang baru naik [2]. Pemeriksaan awal yang dianjurkan meliputi darah lengkap dengan sediaan apus darah, fungsi ginjal dan hati, feritin (cadangan besi), kadar EPO di darah, dan mutasi JAK2 V617F [1]. Bila dicurigai sleep apnea atau penyakit paru, dokter bisa meminta pemeriksaan tidur atau fungsi paru. Pemeriksaan ginjal bisa memakai tes kreatinin dan USG bila ada kecurigaan kelainan ginjal.

Pada eritrositosis sekunder, pengobatannya diarahkan ke penyebab, misalnya berhenti merokok atau menangani sleep apnea. Sebagian ahli berpendapat pengambilan darah rutin (flebotomi) sebaiknya tidak dilakukan tanpa pertimbangan pada eritrositosis yang bukan berasal dari kelainan sumsum tulang [2].

Persiapan sebelum tes ulang

Pemeriksaan Hb tidak perlu puasa. Minum cukup air pada hari-hari sebelum tes, karena kekurangan cairan bisa membuat Hb tampak lebih tinggi. Sampaikan ke dokter bila kamu merokok, memakai testosteron, atau sedang minum obat golongan SGLT2. Kalau Hb kamu justru rendah, lihat Hb rendah dan anemia.

Kapan harus ke dokter?

  • Hb tetap di atas 16,5 g/dL (laki-laki) atau 16,0 g/dL (perempuan) pada tes ulang
  • Sakit kepala berat, pandangan kabur, kelemahan separuh badan, atau bicara pelo
  • Nyeri dada, sesak napas, atau satu kaki bengkak dan nyeri
  • Gatal hebat setelah mandi, rasa terbakar di tangan atau kaki, atau perut kiri atas terasa penuh
  • Hb tinggi bersama leukosit atau trombosit yang juga tinggi

Pertanyaan terkait

Hemoglobin (Hb): nilai normal, arti rendah dan tinggiDarah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksaHb rendah (anemia): penyebab dan langkah selanjutnyaKreatinin tinggi, apakah pasti gagal ginjal?

Rujukan

  1. Mithoowani S, Laureano M, Crowther MA, Hillis CM. Investigation and management of erythrocytosis. CMAJ. 2020;192(32):E913-E918 Lihat sumber
  2. Gangat N, Szuber N, Tefferi A. JAK2 unmutated erythrocytosis: 2023 update on diagnosis and management. Am J Hematol. 2023;98(6):965-81 Lihat sumber
  3. World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: WHO; 2024 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini