PanduanUlasan ilmiahDasar

MCV, MCH, dan MCHC: arti indeks eritrosit

Ringkasan

MCV adalah ukuran rata-rata sel darah merah, MCH adalah jumlah hemoglobin per sel, dan MCHC adalah kepekatan hemoglobin di dalam sel. MCV di bawah 80 fL (sel kecil) paling sering karena kekurangan zat besi atau pembawa sifat thalassemia. MCV di atas 100 fL (sel besar) sering karena alkohol, kekurangan B12 atau folat, atau obat.

  • MCV dipakai untuk membagi anemia menjadi mikrositik, normositik, dan makrositik
  • Sel kecil paling sering karena kekurangan zat besi atau pembawa sifat thalassemia
  • Feritin adalah tes pertama untuk sel darah merah yang kecil
  • Indeks Mentzer hanya alat saring, kurang akurat untuk thalassemia alfa
  • Sel besar sering karena alkohol, kekurangan B12 atau folat, obat, penyakit hati, atau hipotiroid
Sediaan apus darah pada anemia kekurangan zat besi, sel darah merah tampak kecil dan pucat
Gambar: Erhabor Osaro (Associate Professor), CC BY-SA 3.0

Di lembar darah lengkap, di bawah hemoglobin dan hematokrit biasanya ada tiga singkatan: MCV, MCH, dan MCHC. Ketiganya disebut indeks eritrosit, yaitu angka yang menggambarkan ukuran dan isi rata-rata sel darah merah. Angka ini tidak berdiri sendiri. Gunanya terutama untuk membantu dokter menebak jenis anemia bila Hb kamu rendah [1].

Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Rentang tiap lab bisa sedikit berbeda.

Apa arti tiap angka

  • MCV (mean corpuscular volume) adalah ukuran rata-rata satu sel darah merah, dalam satuan femtoliter (fL). Ini parameter kunci untuk mengelompokkan anemia [1].
  • MCH (mean corpuscular hemoglobin) adalah rata-rata jumlah hemoglobin di dalam satu sel, dalam pikogram (pg). Angka ini dihitung dari Hb dibagi jumlah sel darah merah [1][2]. MCH biasanya ikut rendah bila MCV rendah [2].
  • MCHC (mean corpuscular hemoglobin concentration) adalah kepekatan hemoglobin di dalam sel, dihitung dari Hb dibagi hematokrit [1][2].
IndeksContoh rentang rujukan dewasa
MCV78,2 sampai 97,9 fL [2]
MCH26,5 sampai 34,0 pg [2]
MCHC31,5 sampai 36,3 pada laki-laki, 31,4 sampai 36,0 pada perempuan (ditulis dalam g/dL atau %) [2]

Dokter membagi anemia menjadi tiga kelompok menurut MCV: mikrositik bila MCV di bawah 80 fL, normositik bila 80 sampai 100 fL, dan makrositik bila di atas 100 fL [1].

MCV kecil (mikrositik)

Dua penyebab tersering sel darah merah kecil adalah kekurangan zat besi dan pembawa sifat thalassemia [3]. Penyebab lain adalah anemia karena penyakit kronis [1][3]. MCH yang rendah juga paling sering disebabkan kekurangan zat besi [2].

  • Kekurangan zat besi. Pemeriksaan pertama yang dianjurkan adalah feritin, penanda cadangan besi. Feritin rendah memastikan kekurangan zat besi [1][3]. Pada orang dewasa, dokter lalu mencari sumber kehilangan darah, dan yang paling sering berasal dari saluran cerna [3].
  • Pembawa sifat thalassemia. Petunjuk khasnya adalah jumlah sel darah merah yang normal atau malah tinggi padahal selnya kecil dan Hb sedikit rendah [1][3]. Pada sebuah studi mahasiswa kedokteran di Jakarta, sebagian peserta dengan sel darah merah kecil ternyata pembawa thalassemia alfa atau HbE, dan cadangan besinya tidak selalu kurang [4]. Tablet zat besi tidak memperbaiki Hb pada pembawa sifat, jadi membedakan keduanya penting.

Indeks Mentzer

Ada rumus sederhana untuk menyaring kedua kemungkinan itu: indeks Mentzer, yaitu MCV (fL) dibagi jumlah eritrosit (juta per mikroliter). Hasil di atas 13 lebih mengarah ke kekurangan zat besi, sedangkan di bawah 13 lebih mengarah ke pembawa sifat thalassemia beta [5]. Contoh: MCV 70 dan eritrosit 5,5 juta memberi indeks sekitar 12,7. Pada sebuah studi ibu hamil dengan anemia mikrositik, indeks ini mengenali kekurangan zat besi dengan sensitivitas 91% dan spesifisitas 83% [5].

Rumus seperti ini hanya alat saring. Sebuah studi pada 2.664 pasien menemukan bahwa semua rumus bekerja lebih baik untuk thalassemia beta daripada thalassemia alfa, dan sekitar 30% pembawa thalassemia yang juga punya anemia lain salah tergolong [6]. Kepastiannya tetap dari feritin dan pemeriksaan hemoglobin khusus (analisis Hb) [1][6].

MCV besar (makrositik)

Penyebab tersering MCV di atas 100 fL adalah konsumsi alkohol, kekurangan vitamin B12 atau folat, dan obat [7]. Contoh obat yang dapat menimbulkannya antara lain metotreksat, fenitoin, dan trimetoprim-sulfametoksazol [7]. Penyebab lain yang cukup sering adalah penyakit hati, kurang hormon tiroid (hipotiroid), dan kelainan sumsum tulang seperti mielodisplasia [7]. Sel darah merah muda (retikulosit) yang banyak, misalnya setelah perdarahan atau pada hemolisis, juga menaikkan MCV [2][7]. MCV di atas 110 fL hampir selalu berkaitan dengan penyakit sumsum tulang dan perlu dievaluasi lebih lanjut [1]. Dokter biasanya memeriksa kadar B12, folat, fungsi hati seperti SGOT dan SGPT, serta TSH.

MCV normal (normositik)

Bila Hb rendah tetapi MCV normal, dokter mencari perdarahan, kekurangan gizi, penyakit ginjal, dan pemecahan sel darah merah (hemolisis) [1]. Kekurangan zat besi atau vitamin B12 dan folat juga bisa tampil normositik [1]. Untuk penyakit ginjal, dokter cukup memeriksa kreatinin [1].

Tentang MCHC

MCHC jarang dipakai sendirian [1]. Angka ini memang turun pada kekurangan zat besi, tetapi tidak cukup peka untuk mendeteksinya [2]. MCHC yang tinggi bisa terjadi pada kelainan bentuk sel bawaan seperti sferositosis, atau karena gangguan sampel: darah yang keruh berlemak, bilirubin tinggi, atau sel yang pecah saat pengambilan [2].

Persiapan dan langkah berikutnya

Indeks eritrosit tidak memerlukan puasa. Kalau MCV atau MCH kamu di luar rentang tetapi Hb normal, dokter biasanya membandingkan dengan hasil lamamu dan melihat RDW. Jangan mulai minum tablet zat besi sendiri sebelum penyebabnya jelas.

Kapan harus ke dokter?

  • MCV di atas 110 fL, apalagi disertai leukosit atau trombosit yang ikut rendah
  • Sel darah merah kecil disertai BAB hitam, darah di tinja, atau berat badan turun tanpa sebab
  • MCV besar disertai kesemutan, kebas, sulit berjalan, atau mudah lupa
  • Hb rendah disertai sesak, dada berdebar, atau pingsan

Pertanyaan terkait

Hb rendah (anemia): penyebab dan langkah selanjutnyaRDW: arti hasil lebar distribusi sel darah merahHematokrit: arti hasil tinggi dan rendahDarah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksa

Rujukan

  1. Tefferi A, Hanson CA, Inwards DJ. How to interpret and pursue an abnormal complete blood cell count in adults. Mayo Clin Proc. 2005;80(7):923-36 Lihat sumber
  2. Deyrup AT, D'Ambrosio D, Muir J, Knollmann-Ritschel B; Laboratory Test Working Group. Essential laboratory tests for medical education. Acad Pathol. 2022;9(1):100046 Lihat sumber
  3. Van Vranken M. Evaluation of microcytosis. Am Fam Physician. 2010;82(9):1117-22 Lihat sumber
  4. Wratsangka R, Tungka EX, Murthi AK, et al. Anemia among medical students from Jakarta: Indonesia-iron deficiency or carrier thalassemia? Anemia. 2024;2024:4215439 Lihat sumber
  5. Tabassum S, Khakwani M, Fayyaz A, Taj N. Role of Mentzer index for differentiating iron deficiency anemia and beta thalassemia trait in pregnant women. Pak J Med Sci. 2022;38(4):878-82 Lihat sumber
  6. Urrechaga E, Hoffmann JJML. Critical appraisal of discriminant formulas for distinguishing thalassemia from iron deficiency in patients with microcytic anemia. Clin Chem Lab Med. 2017;55(10):1582-91 Lihat sumber
  7. Kaferle J, Strzoda CE. Evaluation of macrocytosis. Am Fam Physician. 2009;79(3):203-8 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini