Sedimen urine: arti kristal, silinder, epitel, dan bakteri
Ringkasan
Sedimen urine adalah bagian urine lengkap yang dilihat di bawah mikroskop. Silinder hialin dan kristal umum seperti kalsium oksalat, asam urat, atau amorf sering ditemukan pada orang sehat. Epitel gepeng menandakan contoh urine tercemar. Yang lebih perlu diperhatikan adalah silinder eritrosit, silinder leukosit, sel darah merah dismorfik, dan epitel tubulus ginjal.
- Silinder hialin bisa normal, naik setelah olahraga berat atau kurang minum
- Silinder eritrosit mengarah ke peradangan saringan ginjal
- Kristal kalsium oksalat, asam urat, dan amorf sering ada pada orang sehat
- Epitel gepeng berarti contoh urine tercemar
- Bakteri tanpa keluhan umumnya tidak perlu antibiotik, kecuali pada ibu hamil

Sedimen urine adalah endapan yang didapat setelah contoh urine diputar dengan alat pemusing (sentrifus), lalu dilihat di bawah mikroskop. Bagian ini biasanya ada di bawah hasil carik celup pada lembar urine lengkap. Di sini petugas lab menghitung sel darah, sel epitel, silinder, kristal, dan bakteri. Banyak temuan di sedimen tidak berarti sakit. Sebagian lain justru membantu dokter menebak dari bagian mana masalah berasal.
Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Cara melaporkan sedimen (per lapang pandang besar atau per mikroliter) bisa berbeda antar laboratorium.
Sel darah merah dan sel darah putih
Hasil sel biasanya ditulis per lapang pandang besar (LPB atau HPF). Darah di urine (hematuria) umumnya baru disebut bermakna bila ada 3 sel darah merah atau lebih per LPB pada dua dari tiga contoh urine [1]. Sel darah merah yang bentuknya berubah (dismorfik) mengarah ke gangguan di saringan ginjal atau glomerulus [1]. Penjelasan lengkapnya ada di darah dalam urine (hematuria).
Untuk sel darah putih (leukosit), pada laki-laki biasanya kurang dari 2 per LPB dan pada perempuan kurang dari 5 per LPB [1]. Leukosit yang banyak sering terkait infeksi. Baca juga leukosit dan nitrit di urine.
Silinder (cast)
Silinder adalah gumpalan protein berbentuk tabung yang terbentuk di saluran kecil ginjal, terutama saat urine pekat, alirannya lambat, atau sangat asam [1]. Isi silinder memberi petunjuk tentang apa yang terjadi di dalam ginjal.
| Jenis silinder | Arti yang mungkin |
|---|---|
| Hialin | Bisa normal [1]. Jumlahnya naik setelah olahraga berat, kurang minum, atau demam [2]. |
| Eritrosit (sel darah merah) | Mengarah ke peradangan glomerulus (glomerulonefritis) [1][2]. |
| Leukosit (sel darah putih) | Infeksi ginjal (pielonefritis), radang jaringan ginjal (nefritis interstisial), atau glomerulonefritis [1][2]. |
| Granular | Bisa terlihat pada penyakit ginjal lanjut [1]. Silinder granular kecoklatan khas untuk cedera sel saluran ginjal yang mendadak (nekrosis tubular akut) [2]. |
| Lilin (waxy) | Gagal ginjal, baik mendadak maupun kronis [2]. |
| Lemak | Sindrom nefrotik, yaitu kebocoran protein yang berat [1]. |
Jadi silinder hialin yang sedikit pada orang sehat yang baru berolahraga atau kurang minum umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Silinder eritrosit atau leukosit perlu dibahas dengan dokter.
Kristal
Kristal terbentuk dari zat yang larut dalam urine lalu mengendap. Kristal asam urat, urat amorf, kalsium oksalat, dan kalsium fosfat bisa ditemukan pada orang sehat [2]. Pembentukannya dipengaruhi keasaman urine: urat amorf muncul pada pH 5,8 atau lebih rendah, sedangkan fosfat amorf pada pH 7,0 atau lebih tinggi [2]. Urine yang disimpan di kulkas juga mudah membentuk endapan fosfat dan urat [3]. Karena itu, kristal saja jarang bisa dijadikan dasar diagnosis.
Kristal menjadi lebih bermakna bila jumlahnya banyak, menetap, atau ada keadaan lain yang menyertai. Contohnya kristal kalsium oksalat pada orang yang kadar oksalat urinenya tinggi atau keracunan etilen glikol, dan kristal asam urat pada sindrom lisis tumor [2]. Kristal sistin selalu dianggap bermakna karena menunjukkan penyakit keturunan sistinuria [1]. Bila kamu punya riwayat batu, dokter akan membaca kristal bersama keluhan dan hasil pencitraan. Baca apa itu batu ginjal.
Sel epitel
Sel epitel adalah sel lapisan saluran kemih yang lepas. Ada dua jenis yang penting dibedakan:
- Epitel gepeng (skuamosa). Sel besar dari kulit di sekitar lubang kencing atau vagina. Kehadirannya menandakan contoh urine tercemar, bukan penyakit [1][2]. Kalau jumlahnya banyak, hasil lain seperti leukosit dan bakteri juga jadi kurang bisa dipercaya.
- Epitel tubulus ginjal. Sel dari saluran kecil di dalam ginjal. Kehadirannya menandakan kerusakan pada lapisan tubulus dan perlu diperhatikan [2].
Bakteri
Bakteri di sedimen bisa berasal dari infeksi, pencemaran saat menampung urine, atau bakteri yang berkembang biak karena contoh urine terlalu lama dibiarkan sebelum diperiksa [3]. Pada perempuan, sekitar 5 bakteri per LPB kira-kira setara 100.000 koloni per mL pada biakan [1].
Bakteri di urine tanpa keluhan disebut bakteriuria asimtomatik. Pedoman IDSA 2019 menyatakan kondisi ini hanya perlu dicari dan diobati pada ibu hamil dan sebelum tindakan urologi yang menimbulkan luka pada saluran kemih [4]. Pada perempuan sehat, lansia, penderita diabetes, dan pemakai kateter, pengobatan tidak dianjurkan [4]. Jadi bakteri di lembar hasil tanpa nyeri kencing atau demam tidak otomatis berarti kamu perlu antibiotik.
Cara menampung urine agar hasilnya bisa dipercaya
- Bersihkan daerah kemaluan, buang aliran pertama, lalu tampung urine porsi tengah. Cara ini paling sedikit tercemar [3].
- Serahkan contoh urine secepatnya. Pedoman urinalisis Eropa menganjurkan sedimen diperiksa kurang dari 1 jam setelah berkemih bila disimpan di suhu ruang, atau kurang dari 4 jam bila didinginkan [3].
- Hindari menampung urine saat haid, karena darah haid bisa terbaca sebagai sel darah merah.
Langkah berikutnya
Temuan tunggal yang ringan, misalnya sedikit kristal atau silinder hialin, biasanya cukup diulang dengan contoh urine yang ditampung lebih benar. Silinder eritrosit, sel darah merah dismorfik, atau epitel tubulus biasanya membuat dokter memeriksa protein urine dan fungsi ginjal. Panduan umum membaca lembar hasil ada di cara membaca hasil lab, dan untuk protein lihat protein urine positif.
Kapan harus ke dokter?
- Ada silinder eritrosit atau sel darah merah dismorfik, apalagi disertai protein urine positif
- Urine berwarna merah atau seperti teh disertai bengkak atau tekanan darah naik
- Nyeri saat kencing disertai demam, menggigil, atau nyeri pinggang
- Nyeri pinggang hebat yang menjalar ke perut bawah
- Jumlah kencing berkurang jauh dalam satu sampai dua hari
Pertanyaan terkait
Urine lengkap (urinalisis): cara membaca hasilnyaDarah dalam urine (hematuria): arti hasil eritrosit urineLeukosit dan nitrit di urine: tanda infeksi saluran kemih?Apa itu batu ginjal dan kenapa bisa terbentuk?Rujukan
- Simerville JA, Maxted WC, Pahira JJ. Urinalysis: a comprehensive review. Am Fam Physician. 2005;71(6):1153-1162. PMID 15791892 Lihat sumber
- Gaggar P, Raju SB. Diagnostic utility of urine microscopy in kidney diseases. Indian J Nephrol. 2024;34(3):213-221. PMID 39114391 Lihat sumber
- Delanghe J, Speeckaert M. Preanalytical requirements of urinalysis. Biochem Med (Zagreb). 2014;24(1):89-104. PMID 24627718 Lihat sumber
- Nicolle LE, Gupta K, Bradley SF, et al. Clinical practice guideline for the management of asymptomatic bacteriuria: 2019 update by the Infectious Diseases Society of America. Clin Infect Dis. 2019;68(10):e83-e110. PMID 30895288 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini