PanduanPedoman klinisDasar

Bilirubin tinggi: arti hasil total, direk, dan indirek

Ringkasan

Bilirubin tinggi perlu dilihat fraksinya. Bila yang naik terutama bilirubin indirek dan tes hati lain normal, penyebab tersering adalah sindrom Gilbert, kondisi bawaan ringan pada sekitar 5 sampai 10% orang, atau sel darah merah yang pecah. Bilirubin direk yang tinggi mengarah ke penyakit hati atau sumbatan saluran empedu dan perlu diperiksa lebih lanjut.

  • Bilirubin indirek belum diolah hati, bilirubin direk sudah diolah dan dibuang lewat empedu
  • Indirek tinggi: hemolisis atau sindrom Gilbert
  • Direk tinggi: penyakit sel hati atau sumbatan saluran empedu
  • Sindrom Gilbert dialami sekitar 5 sampai 10% orang dan tidak merusak hati
  • Kuning biasanya mulai terlihat bila bilirubin di atas sekitar 3 mg/dL
Bagian putih mata yang menguning pada pasien hepatitis akut
Gambar: Sheila J. Toro, CC BY 4.0

Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk saat tubuh mendaur ulang sel darah merah tua. Di lembar lab, bilirubin biasanya muncul dalam tiga baris: bilirubin total, bilirubin direk dan bilirubin indirek. Ketiganya dibaca bersama SGOT dan SGPT serta tes hati lain untuk mencari dari mana masalahnya berasal [1][2].

Perjalanan bilirubin dalam tubuh

Sel darah merah hidup beberapa bulan, lalu dipecah. Hemoglobin di dalamnya diubah menjadi bilirubin yang belum diolah, disebut bilirubin tidak terkonjugasi atau indirek. Bentuk ini tidak larut dalam air, sehingga dibawa darah ke hati. Di hati, enzim bernama glukuronosiltransferase menempelkan bilirubin ke gula khusus. Hasilnya bilirubin terkonjugasi atau direk, yang larut dalam air dan dibuang ke empedu, lalu ke usus dan keluar bersama tinja [2][4].

Sebagian besar bilirubin di darah orang sehat berada dalam bentuk indirek [1]. Karena itu, kalau bilirubin total naik, pedoman menyarankan agar hasilnya dipecah menjadi direk dan indirek. Pembagian inilah yang menunjukkan arah penyebabnya [1].

Total, direk dan indirek: apa bedanya

Yang naikArah penyebab yang dipikirkan dokter
Bilirubin indirek (tidak terkonjugasi)Produksi berlebih karena sel darah merah pecah (hemolisis), atau proses pengolahan di hati yang lambat, misalnya sindrom Gilbert [2][4]
Bilirubin direk (terkonjugasi)Penyakit sel hati atau sumbatan saluran empedu [1][2]
Bilirubin totalJumlah keduanya. Angkanya saja belum cukup, perlu dilihat fraksinya [1]

Rentang normal tiap lab berbeda, jadi bandingkan selalu dengan angka rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri. Cara membacanya ada di cara membaca hasil lab. Kulit dan mata biasanya mulai tampak kuning bila bilirubin di atas sekitar 3 mg/dL [4].

Sindrom Gilbert: sering, ringan, tidak merusak hati

Kalau bilirubin naik sedikit, kebanyakan dalam bentuk indirek, sementara SGOT, SGPT, ALP dan darah lengkap normal, penyebab tersering adalah sindrom Gilbert [2]. Ini kondisi bawaan, enzim pengolah bilirubin di hati bekerja lebih lambat dari biasanya. Perkiraan jumlahnya sekitar 5 sampai 10% populasi [3].

Pedoman British Society of Gastroenterology (BSG) menyebut sindrom Gilbert tidak berhubungan dengan penyakit hati atau gangguan kesehatan, sehingga orang yang mengalaminya bisa ditenangkan [2]. Bilirubin bisa naik lebih tinggi saat tubuh stres, misalnya sedang sakit, olahraga berat atau puasa [4]. Itu sebabnya sebagian orang melihat matanya agak kuning setelah demam atau saat bulan puasa, lalu kembali normal.

Diagnosis tetap dibuat dokter, biasanya dengan memastikan tidak ada hemolisis dan tes hati lain normal. Kalau sebagian besar kenaikan adalah bilirubin indirek dan tidak ada hemolisis, penyebabnya hampir selalu sindrom Gilbert [2].

Hemolisis

Bila sel darah merah pecah lebih cepat dari biasanya, bilirubin indirek yang terbentuk lebih banyak daripada yang bisa diolah hati [4]. Dokter akan melihat darah lengkap, termasuk hemoglobin, dan bisa menambah tes lain untuk mencari tanda pecahnya sel darah merah. Hemolisis sering juga menimbulkan anemia, sehingga keluhannya bisa berupa lemas dan pucat.

Penyakit hati dan sumbatan saluran empedu

Bilirubin direk yang tinggi mengarah ke dua kelompok besar. Pertama, sel hati yang rusak, misalnya karena hepatitis virus atau alkohol. Kedua, aliran empedu yang tersumbat, misalnya oleh batu di saluran empedu atau tumor [4]. Pada kelompok kedua, ALP dan GGT biasanya ikut naik. Penjelasannya ada di ALP dan GGT.

Untuk orang dewasa yang kuning, pemeriksaan awal yang dianjurkan meliputi bilirubin yang dipecah fraksinya, darah lengkap, SGPT, SGOT, ALP, GGT, waktu protrombin atau INR, albumin dan protein [4]. USG perut adalah pemeriksaan gambar pertama yang dianjurkan, karena paling tidak invasif dan paling murah, dan bisa membedakan sumbatan di luar hati dari kerusakan di dalam hati [4]. Bila SGPT juga naik, baca SGPT tinggi: penyebab tersering.

Bayi kuning: topik yang berbeda

Kuning pada bayi baru lahir sangat umum dan punya aturan penilaian sendiri, berbeda dengan orang dewasa. American Academy of Pediatrics (AAP) memiliki pedoman khusus untuk bayi yang lahir pada usia kehamilan 35 minggu atau lebih, termasuk kapan perlu terapi sinar [5]. Kalau bayimu tampak kuning, periksakan ke dokter anak atau bidan. Artikel ini tidak membahas angka untuk bayi.

Persiapan sebelum tes

Tes bilirubin diambil dari darah vena. Biasanya tidak wajib puasa, tetapi sering diambil bersama tes lain yang butuh puasa, jadi ikuti instruksi lab dan baca puasa sebelum cek darah. Perlu diingat, puasa panjang bisa menaikkan bilirubin pada orang dengan sindrom Gilbert [4]. Sebutkan semua obat, jamu dan suplemen yang kamu minum.

Langkah selanjutnya

Kenaikan ringan bilirubin indirek dengan tes lain normal biasanya cukup dievaluasi dokter umum. Bilirubin direk yang tinggi, atau bilirubin tinggi bersama SGPT atau ALP yang tinggi, perlu dicari penyebabnya lebih lanjut [1][2]. Bawa hasil lab lama bila ada, karena pola dari waktu ke waktu membantu dokter membedakan kondisi bawaan yang menetap dari masalah baru.

Kapan harus ke dokter?

  • Kulit atau bagian putih mata menguning, apalagi baru muncul
  • Urine gelap seperti teh disertai tinja pucat seperti dempul
  • Kuning disertai demam, menggigil dan nyeri perut kanan atas
  • Kuning disertai bingung, sangat mengantuk, mudah memar atau berdarah
  • Bayi baru lahir yang tampak kuning, terutama di hari pertama

Pertanyaan terkait

ALP dan GGT: arti hasil tes fungsi hati dan saluran empeduSGOT dan SGPT: arti hasil tes fungsi hatiSGPT tinggi: penyebab tersering dan langkah selanjutnyaCara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuan

Rujukan

  1. Kwo PY, Cohen SM, Lim JK. ACG Clinical Guideline: Evaluation of Abnormal Liver Chemistries. Am J Gastroenterol. 2017;112(1):18-35 Lihat sumber
  2. Newsome PN, Cramb R, Davison SM, et al. Guidelines on the management of abnormal liver blood tests. Gut. 2018;67(1):6-19 Lihat sumber
  3. Wagner KH, Shiels RG, Lang CA, Seyed Khoei N, Bulmer AC. Diagnostic criteria and contributors to Gilbert's syndrome. Crit Rev Clin Lab Sci. 2018;55(2):129-139 Lihat sumber
  4. Fargo MV, Grogan SP, Saguil A. Evaluation of Jaundice in Adults. Am Fam Physician. 2017;95(3):164-168 Lihat sumber
  5. Kemper AR, Newman TB, Slaughter JL, et al. Clinical Practice Guideline Revision: Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics. 2022;150(3):e2022058859 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini