Trombosit turun saat demam berdarah: kapan berbahaya
Ringkasan
Pada demam berdarah, trombosit rendah saja jarang menjadi penentu bahaya. Yang perlu diwaspadai adalah fase kritis sekitar saat demam turun, biasanya hari ke-3 sampai ke-7, terutama bila hematokrit naik bersamaan trombosit turun cepat, atau muncul nyeri perut, muntah terus, gusi berdarah, dan lemas berat. Transfusi trombosit pencegahan tidak terbukti bermanfaat.
- Masa rawan dengue adalah fase kritis sekitar saat demam turun, biasanya hari ke-3 sampai ke-7
- Hematokrit naik sambil trombosit turun cepat termasuk tanda bahaya WHO
- Transfusi trombosit pencegahan tidak mengurangi perdarahan pada uji klinis dewasa
- Jus jambu dan angkak belum terbukti kuat menaikkan trombosit atau mencegah dengue berat
- Hindari ibuprofen dan aspirin saat dengue

Saat seseorang kena demam berdarah dengue (DBD), angka yang paling sering ditanyakan keluarga adalah trombosit. Wajar, karena trombosit memang biasanya turun. Tetapi yang paling menentukan bahaya pada dengue adalah kebocoran plasma, yaitu cairan darah merembes keluar dari pembuluh darah. Artikel ini membahas cara membaca trombosit bersama hematokrit, tanda bahaya menurut WHO, dan beberapa mitos yang beredar.
Perjalanan dengue: tiga fase
WHO membagi perjalanan dengue menjadi fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan [1]. Fase demam biasanya berlangsung 2 sampai 7 hari [2]. Fase kritis dimulai sekitar saat demam turun, umumnya pada hari ke-3 sampai ke-7 sakit [1]. Fase kritis ini biasanya berlangsung 24 sampai 48 jam dan di sinilah kebocoran plasma bisa terjadi, misalnya cairan menumpuk di rongga dada atau perut [2]. Setelah itu masuk fase pemulihan dalam 48 sampai 72 jam berikutnya, saat cairan kembali diserap tubuh [2].
Ini sebabnya demam yang turun belum tentu berarti sudah sembuh. Gejala berat justru sering muncul setelah demam hilang [4].
Membaca trombosit bersama hematokrit
Pada pemeriksaan darah lengkap selama dengue, dokter melihat beberapa angka sekaligus. Yang penting:
- Trombosit. Normalnya sekitar 150.000 sampai 450.000 per µL (penjelasan lengkap di artikel nilai normal trombosit). Pada dengue biasanya turun, sering paling rendah di sekitar fase kritis [1].
- Hematokrit. Persentase sel darah merah di dalam darah. Kalau plasma bocor keluar, darah jadi lebih kental dan hematokrit naik [1].
- Leukosit. Penurunan leukosit yang makin dalam, diikuti turunnya trombosit dengan cepat, sering mendahului kebocoran plasma [1].
Pola yang dianggap tanda bahaya oleh WHO adalah hematokrit yang naik bersamaan dengan trombosit yang turun cepat [1][2]. Satu angka trombosit yang rendah saja belum menggambarkan seluruh keadaan. Karena itu cek darah sering diulang tiap hari, kadang lebih sering, dan hasilnya dibandingkan dari waktu ke waktu.
Tanda bahaya (warning signs)
Klasifikasi WHO 2009 membagi dengue menjadi dengue tanpa tanda bahaya, dengue dengan tanda bahaya, dan dengue berat [1]. Tanda bahaya menurut WHO adalah [1][2]:
- Nyeri perut atau nyeri tekan perut
- Muntah terus-menerus
- Penumpukan cairan yang terlihat secara klinis, misalnya di rongga dada atau perut
- Perdarahan dari selaput lendir, seperti gusi atau hidung
- Lemas berat atau gelisah
- Pembesaran hati lebih dari 2 cm
- Hasil lab: hematokrit naik bersamaan dengan trombosit turun cepat
WHO juga menyebut napas cepat, darah di muntahan atau tinja, sangat haus, serta kulit pucat dan dingin sebagai gejala dengue berat [4]. Siapa pun yang punya tanda bahaya perlu dirawat dan dipantau di fasilitas kesehatan [2].
Apakah perlu transfusi trombosit?
Banyak keluarga berharap pasien langsung diberi transfusi trombosit ketika angkanya rendah. Bukti penelitian tidak mendukung transfusi rutin untuk pencegahan. Uji klinis acak di Singapura dan Malaysia oleh Lye dan rekan melibatkan 372 orang dewasa dengan dengue dan trombosit 20.000 per µL atau lebih rendah, tanpa perdarahan berarti [3]. Perdarahan terjadi pada 21 persen kelompok yang diberi transfusi trombosit pencegahan dan 26 persen kelompok perawatan suportif saja. Perbedaannya tidak bermakna secara statistik [3]. Efek samping lebih banyak pada kelompok transfusi: 13 kejadian dibanding 2, termasuk reaksi alergi berat dan cedera paru akibat transfusi [3].
Ulasan terbaru juga menyimpulkan transfusi trombosit pencegahan tidak dianjurkan [2]. Transfusi tetap bisa diberikan bila ada perdarahan nyata atau keadaan tertentu, dan keputusannya ada di tangan dokter yang merawat.
Inti penanganan dengue adalah pengaturan cairan yang tepat selama fase kritis [2]. Untuk demam dan nyeri, WHO menyarankan menghindari obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan aspirin karena menambah risiko perdarahan [4]. Obat ini juga punya efek ke ginjal, yang dibahas di obat antinyeri dan ginjal.
Jus jambu, angkak, dan daun pepaya
Jus jambu biji, angkak, dan daun pepaya sering disebut bisa menaikkan trombosit. Sampai sekarang belum ada bukti kuat dari uji klinis yang cukup besar bahwa bahan-bahan ini mencegah dengue berat atau kematian. Ulasan penanganan dengue menyarankan pengobatan alternatif dihindari selama buktinya belum ada, karena juga berpotensi merugikan [2]. Jus boleh diminum sebagai bagian dari asupan cairan. Yang perlu dijaga: jangan sampai percaya pada jus atau ramuan membuat keluarga menunda ke dokter ketika tanda bahaya muncul.
Apa yang perlu kamu lakukan
Catat hari pertama demam, supaya kamu tahu kapan masuk masa rawan. Simpan semua hasil darah lengkap agar dokter bisa melihat polanya. Minum cukup cairan sesuai arahan tenaga kesehatan. Bandingkan setiap hasil dengan nilai rujukan di lembar labmu sendiri, dan biarkan dokter yang menilai kapan angka trombosit perlu tindakan.
Kapan harus ke dokter?
- Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus
- Gusi atau hidung berdarah, muntah darah, BAB hitam atau berdarah
- Lemas berat, gelisah, atau mengantuk tidak wajar
- Tangan dan kaki dingin, kulit pucat, napas cepat, atau jarang sekali kencing
- Kondisi memburuk justru setelah demam turun
Pertanyaan terkait
Trombosit: nilai normal, arti rendah dan tinggiDarah lengkap (hematologi rutin): apa saja yang diperiksaLeukosit tinggi dan rendah: arti hasil sel darah putihObat antinyeri yang perlu diwaspadai untuk ginjalRujukan
- World Health Organization, TDR. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. New edition. Geneva: WHO; 2009. WHO/HTM/NTD/DEN/2009.1 Lihat sumber
- Tayal A, Kabra SK, Lodha R. Management of Dengue: An Updated Review. Indian J Pediatr. 2023;90(2):168-177. PMID 36574088 Lihat sumber
- Lye DC, Archuleta S, Syed-Omar SF, et al. Prophylactic platelet transfusion plus supportive care versus supportive care alone in adults with dengue and thrombocytopenia: a multicentre, open-label, randomised, superiority trial. Lancet. 2017;389(10079):1611-1618. PMID 28283286 Lihat sumber
- World Health Organization. Dengue and severe dengue (fact sheet). Updated 21 August 2025 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini