PanduanPedoman klinisGejala & diagnosis

Protein urine positif: artinya dan pemeriksaan lanjutan

Ringkasan

Protein urine positif berarti strip celup mendeteksi protein, terutama albumin, di urine. Hasil ini bisa sementara karena demam, olahraga berat, atau kurang minum, dan pada anak muda bisa ortostatik yang tidak berbahaya. Bila menetap pada pemeriksaan ulang, dokter akan mengonfirmasi dengan UACR atau UPCR dan memeriksa eGFR untuk menilai penyakit ginjal kronis.

  • Satu hasil positif belum tentu penyakit ginjal, ulangi setelah pemicu sementara hilang
  • Demam, olahraga berat, kurang minum, dan haid bisa membuat hasil positif
  • Proteinuria ortostatik pada remaja dan dewasa muda umumnya tidak merusak ginjal
  • Hasil strip positif dikonfirmasi dengan UACR atau UPCR dari urine pagi
  • Protein lebih dari 3,5 gram per hari disebut rentang nefrotik
Dua strip celup urine: strip kiri berubah warna karena ada protein dan zat lain, strip kanan tanpa reaksi
Gambar: J3D3, CC BY-SA 3.0

Di lembar urine lengkap, baris protein biasanya tertulis negatif. Kalau tertulis trace, +1, atau lebih, banyak orang langsung khawatir ginjalnya rusak. Protein di urine memang bisa jadi tanda awal penyakit ginjal, tetapi sering juga muncul sementara lalu hilang sendiri. Artikel ini menjelaskan cara membaca hasilnya dan pemeriksaan apa yang biasanya dilakukan sesudahnya.

Apa yang diukur strip celup

Ginjal yang sehat menahan hampir semua protein tetap di dalam darah. Orang dewasa normalnya mengeluarkan kurang dari 150 mg protein per hari lewat urine. Lebih dari itu disebut proteinuria [2]. Strip celup (dipstick) di lab terutama mendeteksi albumin, yaitu protein darah yang paling banyak, dan kurang peka terhadap jenis protein lain [2].

Hasil strip ditulis bertingkat. Perkiraan kadarnya [1]:

Hasil stripPerkiraan kadar protein
NegatifTidak terdeteksi
TraceSedikit sekali, di bawah +1
+1Sekitar 30 mg/dL
+2Sekitar 100 mg/dL
+3Sekitar 300 mg/dL
+4Sekitar 1.000 mg/dL

Angka ini kadar sesaat, jadi ikut dipengaruhi seberapa pekat urine kamu waktu itu. Urine yang pekat karena kurang minum bisa terbaca lebih tinggi. Strip juga bisa positif palsu bila urine sangat basa, bercampur darah, sperma, cairan vagina, atau nanah [2]. Bandingkan selalu dengan nilai rujukan di lembar lab kamu sendiri, karena merek strip dan cara pelaporan tiap lab berbeda.

Protein yang muncul sementara

Satu hasil positif belum berarti ada penyakit ginjal. Protein urine bisa naik sementara karena demam, olahraga berat, kurang cairan, stres emosional, atau sakit akut [2]. Gagal jantung dan kejang juga bisa memicunya [1]. Setelah pemicunya hilang, hasil biasanya kembali negatif.

Pada remaja dan dewasa muda ada kondisi yang disebut proteinuria ortostatik. Protein keluar saat orang banyak berdiri atau beraktivitas di siang hari, tetapi tidak ada saat berbaring. Kondisi ini ditemukan pada sekitar 3 sampai 5 persen remaja dan dewasa muda, jumlah proteinnya biasanya kurang dari 2 gram per hari, dan pemantauan sampai 20 sampai 50 tahun menunjukkan fungsi ginjal mereka tetap normal [2]. Pemeriksaan ini umumnya dipertimbangkan pada orang di bawah 30 tahun [2]. Cara memastikannya adalah membandingkan urine yang dikumpulkan setelah berbaring semalaman dengan urine siang hari. Bila urine setelah 8 jam berbaring negatif, diagnosis ini makin kuat [1][2].

Protein yang menetap

Yang perlu perhatian adalah protein yang tetap positif pada pemeriksaan ulang. Menurut pedoman KDIGO 2024, kerusakan ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan, termasuk albumin urine yang meningkat, sudah memenuhi definisi penyakit ginjal kronis walaupun eGFR masih normal [3]. Penyebab yang paling sering di masyarakat adalah diabetes dan hipertensi. Peradangan pada saringan ginjal (glomerulus) juga bisa menjadi penyebab [2].

Gejala sering tidak ada sama sekali. Sebagian orang memperhatikan kencing berbusa, tetapi busa juga bisa muncul pada orang sehat. Penjelasannya ada di artikel apakah kencing berbusa pasti sakit ginjal.

Pemeriksaan lanjutan: UACR atau UPCR

KDIGO 2024 menyarankan hasil strip yang positif dikonfirmasi dengan pemeriksaan kuantitatif di laboratorium. Pilihan utamanya adalah rasio albumin terhadap kreatinin urine (UACR), sedangkan rasio protein terhadap kreatinin urine (UPCR) menjadi pilihan berikutnya [3]. Keduanya cukup memakai satu sampel urine sewaktu, sebaiknya urine pagi pertama, sehingga lebih praktis daripada menampung urine 24 jam [2][3]. Hasil UACR 30 mg/g atau lebih sebaiknya dikonfirmasi dengan sampel urine pagi berikutnya [3]. Penjelasan lengkap tentang tes ini ada di artikel albumin urine (UACR).

Kategori KDIGOUACR (mg/g)UPCR (mg/g)
A1, normal sampai sedikit naikKurang dari 30Kurang dari 150
A2, naik sedang30 sampai 300150 sampai 500
A3, naik beratLebih dari 300Lebih dari 500

Sumber tabel: KDIGO 2024 [3]. Dokter biasanya juga memeriksa kreatinin darah untuk menghitung eGFR, karena kategori albumin dan eGFR dibaca bersama untuk menentukan risiko. Cara membacanya ada di panduan membaca eGFR. Bila ada darah di urine atau tekanan darah tinggi, dokter mungkin menambah pemeriksaan lain.

Apa itu rentang nefrotik

Protein lebih dari 3,5 gram per 24 jam disebut proteinuria rentang nefrotik. Bila disertai albumin darah rendah, bengkak, dan lemak darah tinggi, kumpulan ini disebut sindrom nefrotik [2]. Orang dengan protein urine lebih dari 2 gram per hari kemungkinan besar punya gangguan di glomerulus dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter spesialis ginjal [2]. Pada tahap ini dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan tambahan, termasuk biopsi ginjal, sesuai penyebab yang dicurigai.

Yang bisa kamu lakukan

Kalau hasilmu trace atau +1 dan kamu sedang demam, baru olahraga berat, atau sedang haid, minta jadwal ulang setelah keadaan itu lewat. Tampung urine porsi tengah, sebaiknya urine pagi. Bawa hasil lama kalau ada, supaya dokter bisa melihat apakah protein ini baru atau sudah lama. Kalau kamu punya diabetes atau hipertensi, pemeriksaan albumin urine secara berkala memang dianjurkan walaupun tidak ada keluhan [3].

Kapan harus ke dokter?

  • Protein urine +2 atau lebih yang menetap pada pemeriksaan ulang
  • Bengkak di kelopak mata, kaki, atau perut disertai kencing berbusa
  • Protein urine disertai darah di urine atau tekanan darah tinggi
  • UACR di atas 300 mg/g atau UPCR di atas 500 mg/g
  • Kreatinin naik atau eGFR turun bersamaan dengan protein urine

Pertanyaan terkait

Albumin urine (UACR): tanda awal ginjal bocorApakah kencing berbusa pasti sakit ginjal?Urine lengkap (urinalisis): cara membaca hasilnyaCara membaca hasil eGFR dan stadium ginjal

Rujukan

  1. Simerville JA, Maxted WC, Pahira JJ. Urinalysis: a comprehensive review. Am Fam Physician. 2005;71(6):1153-1162. PMID 15791892 Lihat sumber
  2. Carroll MF, Temte JL. Proteinuria in adults: a diagnostic approach. Am Fam Physician. 2000;62(6):1333-1340. PMID 11011862 Lihat sumber
  3. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314. PMID 38490803 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini