PanduanUlasan ilmiahPersiapan ke dokter

Obat dan suplemen yang bisa mengubah hasil lab

Ringkasan

Bisa. Biotin dari suplemen rambut bisa membuat tes tiroid dan troponin keliru. Suplemen kreatin, trimetoprim, dan simetidin bisa menaikkan kreatinin tanpa merusak ginjal. Steroid menaikkan gula darah dan leukosit, vitamin C mengganggu strip urine, dan olahraga berat menaikkan CK. Sebutkan semua obat dan suplemen ke petugas lab dan dokter.

  • Biotin bisa membuat sebagian tes hormon tinggi palsu atau rendah palsu.
  • Kreatin, trimetoprim, dan simetidin bisa menaikkan kreatinin tanpa ginjal rusak.
  • Steroid bisa menaikkan gula darah dan leukosit.
  • Vitamin C dosis besar bisa membuat tes urine celup negatif palsu.
  • Bawa daftar semua obat dan suplemen saat cek lab.
Kotak obat mingguan berisi tablet dan kapsul vitamin, contoh obat dan suplemen yang perlu disebutkan sebelum cek lab
Gambar: Stevepb, CC0

Hasil lab tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tubuhmu. Obat yang kamu minum, vitamin, suplemen fitnes, bahkan olahraga sehari sebelumnya bisa menggeser angka di lembar hasil. Ada yang mengubah tubuh sungguhan, misalnya membuat gula darah naik. Ada juga yang hanya mengganggu alat ukurnya, sehingga angkanya tampak tinggi atau rendah padahal tubuhmu baik baik saja.

Artikel ini membahas contoh yang paling sering ditemui. Daftarnya tidak lengkap, jadi tetap bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan di lembar lab kamu sendiri dan diskusikan dengan dokter. Panduan umum membaca hasil ada di cara membaca hasil lab.

Biotin: vitamin rambut yang bisa mengacaukan tes hormon

Biotin (vitamin B7) banyak dijual sebagai suplemen rambut, kulit, dan kuku. Masalahnya, banyak tes darah modern jenis immunoassay, yaitu tes yang memakai antibodi untuk mengukur zat tertentu, juga memakai biotin di dalam reagennya. Kalau darahmu mengandung banyak biotin dari suplemen, hasil tes bisa keliru.

Dalam satu studi, enam orang dewasa sehat minum biotin 10 mg per hari selama 7 hari. Gangguan hasil muncul pada 9 dari 23 tes yang memakai biotin (39%), sedangkan tes yang tidak memakai biotin tidak terganggu [1]. Tes yang diperiksa antara lain TSH dan hormon tiroid, hormon paratiroid, vitamin D, PSA, dan feritin. Sebagian hasil jadi tinggi palsu dan sebagian lagi rendah palsu, tergantung cara kerja tesnya [1]. Akibatnya, orang sehat bisa tampak seperti punya gangguan tiroid.

Badan pengawas obat Amerika Serikat (FDA) juga menerima laporan hasil troponin, penanda serangan jantung, yang rendah palsu karena biotin [2]. Ini berbahaya karena serangan jantung bisa terlewat. Kalau kamu minum biotin, termasuk dari multivitamin, sebutkan ke dokter dan petugas lab sebelum diambil darah, lalu tanyakan apakah perlu jeda sebelum tes.

Kreatinin naik tanpa ginjal rusak

Kreatinin adalah sisa kerja otot yang dipakai untuk menghitung eGFR, perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah. Pedoman KDIGO 2024 mencatat beberapa hal di luar ginjal yang bisa menaikkan kreatinin darah, antara lain suplemen kreatin, makan daging yang dimasak, dan obat yang menghambat pembuangan kreatinin di saluran ginjal seperti trimetoprim dan simetidin [3].

  • Trimetoprim, bagian dari antibiotik kotrimoksazol, menghambat sekresi kreatinin. Kreatinin naik dengan cepat walau kemampuan ginjal menyaring tidak berubah, dan kenaikan ini bisa pulih. Hasilnya, eGFR tampak lebih rendah dari sebenarnya [4].
  • Simetidin, obat lambung, bekerja dengan cara serupa [3].
  • Suplemen kreatin yang populer di kalangan pegiat gym bisa menaikkan kreatinin pada sebagian orang karena kreatin berubah sendiri menjadi kreatinin. Studi yang mengukur fungsi ginjal dengan cara yang lebih akurat tidak menemukan kerusakan ginjal pada orang sehat [5].

Kalau kreatininmu naik dan kamu minum salah satu di atas, dokter bisa memakai pemeriksaan lain seperti cystatin C untuk memastikan [3]. Pembahasan lengkap ada di kreatinin tinggi.

Statin, CK, dan SGPT

Statin, obat penurun kolesterol, kadang menaikkan CK (creatine kinase, enzim otot) atau enzim hati seperti SGPT (ALT). Menurut pernyataan ilmiah American Heart Association, risiko cedera otot serius akibat statin di bawah 0,1% dan risiko kerusakan hati serius sekitar 0,001% [6]. Jadi kenaikan ringan perlu dibaca bersama dokter. Jangan menghentikan statin sendiri hanya karena satu angka.

Obat steroid: gula darah dan leukosit

Kortikosteroid seperti prednison atau deksametason bisa menaikkan gula darah, terutama pada dosis tinggi atau pemakaian lama [7]. Steroid juga bisa menaikkan jumlah leukosit, terutama neutrofil. Dalam satu studi, leukosit bisa melewati 20.000/mm3 sejak hari pertama pengobatan [8]. Angka setinggi ini bisa disangka infeksi, sehingga dokter perlu tahu kamu sedang minum steroid.

Vitamin C dan tes urine celup

Vitamin C dosis besar ikut keluar lewat urine. Di dalam urine, vitamin C bisa membuat strip celup memberi hasil negatif palsu untuk darah, glukosa, nitrit, dan leukosit. Pada studi dengan relawan yang minum 1.000 mg vitamin C, semua sampel urine sesudahnya mengandung vitamin C [9]. Artinya, darah atau tanda infeksi di urine bisa terlewat. Cara membaca hasil urine ada di urine lengkap.

Olahraga berat sebelum tes

Olahraga berat merusak sedikit sel otot, dan ini wajar. Kadar CK bisa naik tinggi dan bertahan sekitar 24 jam setelah latihan, paling tinggi setelah lari jarak sangat jauh atau latihan beban [10]. Olahraga berat juga termasuk penyebab albumin urine naik sementara [3], sehingga hasil UACR bisa tampak tinggi. Kalau mau cek darah atau urine rutin, hindari latihan berat sehari sebelumnya, kecuali dokter minta lain.

Yang perlu kamu siapkan sebelum cek lab

Tulis daftar semua yang kamu konsumsi dan bawa saat ke lab dan ke dokter:

  • Obat resep, termasuk obat yang baru selesai diminum minggu lalu
  • Obat bebas, misalnya obat lambung atau obat antinyeri
  • Vitamin, multivitamin, dan suplemen rambut atau kulit
  • Suplemen fitnes seperti kreatin dan protein
  • Jamu dan produk herbal

Jangan berhenti minum obat resep sendiri demi tes lab. Tanyakan dulu ke dokter. Aturan puasa sebelum tes dibahas di puasa sebelum cek darah.

Kapan harus ke dokter?

  • Nyeri dada, walau hasil troponin normal dan kamu minum biotin: segera ke IGD
  • Nyeri otot hebat, lemas, atau urine berwarna gelap seperti teh saat minum statin atau setelah olahraga berat
  • Kreatinin naik disertai urine sangat sedikit atau bengkak
  • Gula darah sangat tinggi, haus dan sering kencing berlebihan saat minum steroid
  • Demam atau tanda infeksi saat minum steroid, walau leukosit dianggap naik karena obat

Pertanyaan terkait

Cara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuanPerlu puasa sebelum cek darah? Pemeriksaan yang wajib puasaKreatinin tinggi, apakah pasti gagal ginjal?Hasil lab sedikit di luar normal, perlu khawatir?

Rujukan

  1. Li D, Radulescu A, Shrestha RT, et al. Association of biotin ingestion with performance of hormone and nonhormone assays in healthy adults. JAMA. 2017;318(12):1150-1160 Lihat sumber
  2. U.S. Food and Drug Administration. Biotin interference with troponin lab tests: assays subject to biotin interference (pembaruan dari safety communication "The FDA warns that biotin may interfere with lab tests"), 2022 Lihat sumber
  3. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314 Lihat sumber
  4. Delanaye P, Mariat C, Cavalier E, Maillard N, Krzesinski JM, White CA. Trimethoprim, creatinine and creatinine-based equations. Nephron Clin Pract. 2011;119(3):c187-c193 Lihat sumber
  5. Longobardi I, Gualano B, Seguro AC, Roschel H. Is it time for a requiem for creatine supplementation-induced kidney failure? A narrative review. Nutrients. 2023;15(6):1466 Lihat sumber
  6. Newman CB, Preiss D, Tobert JA, et al. Statin safety and associated adverse events: a scientific statement from the American Heart Association. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 2019;39(2):e38-e81 Lihat sumber
  7. Liu D, Ahmet A, Ward L, et al. A practical guide to the monitoring and management of the complications of systemic corticosteroid therapy. Allergy Asthma Clin Immunol. 2013;9(1):30 Lihat sumber
  8. Shoenfeld Y, Gurewich Y, Gallant LA, Pinkhas J. Prednisone-induced leukocytosis: influence of dosage, method and duration of administration on the degree of leukocytosis. Am J Med. 1981;71(5):773-778 Lihat sumber
  9. Ko DH, Jeong TD, Kim S, et al. Influence of vitamin C on urine dipstick test results. Ann Clin Lab Sci. 2015;45(4):391-395 (PMID 26275689) Lihat sumber
  10. Brancaccio P, Maffulli N, Limongelli FM. Creatine kinase monitoring in sport medicine. Br Med Bull. 2007;81-82:209-230 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini