Natrium tinggi dan rendah: arti hasil elektrolit
Ringkasan
Natrium darah umumnya normal di rentang 135 sampai 145 mmol/L. Di bawah 135 disebut hiponatremia, sering pada lansia, pengguna diuretik tiazid, gagal jantung, SIADH, atau minum air terlalu banyak. Di atas 145 disebut hipernatremia, biasanya karena kekurangan air. Kadar natrium darah lebih mencerminkan keseimbangan air daripada banyaknya garam yang dimakan.
- Rentang umum 135 sampai 145 mmol/L, cek rentang di lembar lab kamu
- Hiponatremia ringan 130 sampai 134, sedang 125 sampai 129, berat di bawah 125 mmol/L
- Lansia dan pengguna diuretik tiazid paling sering mengalami natrium rendah
- Natrium tinggi hampir selalu berarti tubuh kekurangan air
- Natrium darah normal tidak berarti asupan garam aman

Natrium (sodium) adalah elektrolit utama di cairan luar sel. Angka natrium di hasil lab biasanya diperiksa bersama kalium dan klorida dalam paket “elektrolit”. Yang sering mengejutkan orang: kadar natrium darah lebih banyak menggambarkan keseimbangan air di tubuh daripada jumlah garam yang kamu makan. Pedoman menyebut hiponatremia sebagai gangguan keseimbangan air [2].
Bandingkan hasilmu dengan nilai rujukan yang tercetak di lembar lab kamu sendiri, karena tiap laboratorium bisa memakai rentang yang sedikit berbeda.
Nilai normal
Natrium serum disebut rendah (hiponatremia) bila di bawah 135 mmol/L [1], dan tinggi (hipernatremia) bila di atas 145 mmol/L [4]. Jadi rentang 135 sampai 145 mmol/L umum dipakai sebagai rentang normal.
| Kadar natrium | Arti |
|---|---|
| Di bawah 125 mmol/L | Hiponatremia berat (profound) [1] |
| 125 sampai 129 mmol/L | Hiponatremia sedang [1] |
| 130 sampai 134 mmol/L | Hiponatremia ringan [1] |
| 135 sampai 145 mmol/L | Rentang normal yang umum [1] [4] |
| Di atas 145 mmol/L | Hipernatremia [4] |
Selain angkanya, dokter juga melihat seberapa cepat natrium turun. Pedoman Eropa membedakan hiponatremia akut, yang terjadi dalam kurang dari 48 jam, dan kronis [1]. Penurunan yang cepat lebih berbahaya karena otak tidak sempat menyesuaikan diri [2].
Natrium rendah (hiponatremia)
Hiponatremia adalah gangguan cairan dan elektrolit yang paling sering ditemukan dalam praktik klinik [1]. Kelompok lanjut usia paling sering mengalaminya. Sebuah ulasan mencatat hiponatremia pada 7,7% warga berusia 55 tahun ke atas, naik menjadi 11,6% pada usia 75 tahun ke atas, dan pada sekitar 18% penghuni panti wreda berusia di atas 60 tahun [3].
Penyebab yang sering
- Obat. Diuretik golongan tiazid adalah penyebab penting, dan usia di atas 70 tahun dikaitkan dengan risiko sekitar empat kali lebih tinggi [3]. Beberapa obat antidepresan juga sering terlibat [3].
- SIADH (sindrom hormon antidiuretik berlebihan). Tubuh menahan air terlalu banyak sehingga natrium menjadi encer [2]. Penyebab dasarnya beragam dan perlu dicari dokter.
- Gagal jantung dan sirosis hati, yang membuat tubuh menahan cairan [1] [2].
- Minum air terlalu banyak (polidipsia primer), apalagi bila asupan makanan sangat sedikit [2]. Pada lansia dikenal istilah “tea and toast”: makan sedikit garam dan protein tetapi minum banyak air [3]. Ini relevan bila kamu mengikuti anjuran minum air berlebihan; baca apakah minum banyak air menurunkan kreatinin.
- Penyebab lain: tiroid kurang aktif dan kekurangan hormon kelenjar adrenal [1].
Gejala
Hiponatremia ringan yang berlangsung lama sering tanpa keluhan jelas. Meski begitu, kondisi ini dikaitkan dengan mudah jatuh, jalan goyah, gangguan konsentrasi, dan patah tulang pada lansia [3]. Pedoman Eropa menggolongkan mual tanpa muntah, kebingungan, dan sakit kepala sebagai gejala cukup berat, sedangkan muntah, gangguan napas, sangat mengantuk, kejang, dan koma sebagai gejala berat [1].
Hasil rendah yang perlu dibaca hati-hati
Gula darah yang sangat tinggi menurunkan angka natrium tanpa berarti tubuh kelebihan air [2]. Trigliserida atau protein darah yang sangat tinggi juga bisa membuat natrium tampak rendah pada metode tertentu (pseudohiponatremia) [2].
Pengobatan tergantung penyebab. Natrium yang rendah dalam waktu lama harus dinaikkan perlahan oleh dokter, karena koreksi yang terlalu cepat bisa merusak saraf otak [2]. Jangan mencoba menaikkannya sendiri dengan makan garam banyak atau minum larutan garam.
Natrium tinggi (hipernatremia)
Hipernatremia hampir selalu berarti tubuh kekurangan air dibanding natriumnya [4]. Ini biasanya terjadi pada orang yang tidak bisa merasa haus atau tidak bisa minum sendiri, misalnya lansia yang lemah, orang dengan gangguan kesadaran, dan bayi [4]. Kehilangan cairan karena diare, demam, keringat banyak, atau kencing berlebihan akibat gula darah tinggi ikut memperberat [4]. Gejalanya antara lain lemas, gelisah, bingung, dan pada keadaan berat kejang atau koma [4].
Asupan garam dan natrium darah adalah dua hal berbeda
Orang yang makan sangat asin biasanya tetap punya natrium darah normal, karena rasa haus dan ginjal menyesuaikan jumlah air. Dampak garam berlebih lebih terlihat pada tekanan darah dan penumpukan cairan. Jadi natrium darah yang normal tidak berarti asupan garammu aman. Soal ini dibahas di garam dan ginjal dan hipertensi dan ginjal.
Persiapan dan langkah berikutnya
Pemeriksaan natrium tidak perlu puasa. Sampaikan ke dokter obat yang kamu minum, terutama diuretik dan antidepresan, serta berapa banyak kamu minum air sehari. Bila natrium di luar rentang, dokter biasanya mengulang tes dan bisa meminta pemeriksaan tambahan seperti osmolalitas darah dan urine untuk mencari penyebab [2]. Panduan umum membaca hasil ada di cara membaca hasil lab.
Kapan harus ke dokter?
- Natrium di bawah 125 mmol/L, atau di atas 145 mmol/L disertai lemas dan sulit minum
- Bingung, sangat mengantuk, muntah, atau kejang pada orang dengan natrium rendah atau tinggi
- Lansia yang tiba-tiba sering jatuh, linglung, atau sulit diajak bicara
- Tidak bisa minum atau kehilangan cairan banyak karena diare, muntah, atau demam tinggi
Pertanyaan terkait
Kalium tinggi dan rendah: arti hasil dan bahayanyaBerapa banyak garam yang aman untuk ginjal?Apakah minum banyak air bisa menurunkan kreatinin?Cara membaca hasil lab: nilai rujukan, tanda H dan L, dan satuanRujukan
- Spasovski G, Vanholder R, Allolio B, et al. Clinical practice guideline on diagnosis and treatment of hyponatraemia. Eur J Endocrinol. 2014;170(3):G1-G47 Lihat sumber
- Hoorn EJ, Zietse R. Diagnosis and treatment of hyponatremia: compilation of the guidelines. J Am Soc Nephrol. 2017;28(5):1340-1349 Lihat sumber
- Filippatos TD, Makri A, Elisaf MS, Liamis G. Hyponatremia in the elderly: challenges and solutions. Clin Interv Aging. 2017;12:1957-1965 Lihat sumber
- Adrogue HJ, Madias NE. Hypernatremia. N Engl J Med. 2000;342(20):1493-1499 Lihat sumber
Riwayat artikel
- Diterbitkan: 7 Oktober 2026
Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Laporkan kesalahan di artikel ini