Tanya jawabPedoman klinisGejala & diagnosis

Glukosa urine positif: apakah pasti diabetes?

Ringkasan

Glukosa urine positif paling sering disebabkan diabetes, karena gula keluar ke urine bila gula darah melewati sekitar 180 sampai 200 mg/dL. Hasil ini juga bisa positif dengan gula darah normal, misalnya saat hamil, saat minum obat SGLT2 inhibitor, atau pada glukosuria renal bawaan. Diagnosis diabetes harus dipastikan dengan gula darah puasa, tes toleransi glukosa, atau HbA1c.

  • Gula keluar ke urine bila gula darah melewati ambang ginjal, sekitar 180 sampai 200 mg/dL
  • Diabetes adalah penyebab paling sering, tetapi glukosa urine tidak cukup untuk diagnosis
  • Obat SGLT2 inhibitor sengaja membuang gula lewat urine, jadi hasil positif memang diharapkan
  • Sekitar separuh ibu hamil pernah mengalami glukosa urine positif
  • Pastikan dengan gula darah puasa, TTGO, atau HbA1c
Strip celup urine di samping gelas berisi urine dan botol berisi bagan warna untuk membaca hasil
Gambar: Grook Da Oger, CC BY-SA 3.0

Di hasil urine lengkap, baris glukosa (reduksi) normalnya tertulis negatif. Kalau tertulis +1 atau lebih, pikiran pertama biasanya diabetes. Diabetes memang penyebab yang paling sering, tetapi ada beberapa keadaan lain yang juga membuat gula muncul di urine. Hasil ini juga belum bisa dipakai untuk menetapkan diagnosis. Yang memastikan adalah pemeriksaan gula darah.

Kenapa gula bisa masuk ke urine

Setiap saat ginjal menyaring darah, dan gula ikut tersaring. Pada orang sehat, hampir semua gula itu diserap kembali oleh saluran kecil di ginjal (tubulus), sehingga urine tidak mengandung gula yang terdeteksi strip. Kemampuan menyerap kembali ini ada batasnya. Bila kadar gula darah melewati sekitar 180 sampai 200 mg/dL, sebagian gula tidak terserap lagi dan keluar lewat urine [1]. Batas ini disebut ambang ginjal.

Ambang ginjal tidak sama pada semua orang [3]. Itu sebabnya glukosa urine hanya memberi gambaran kasar. Gula darah bisa sudah tinggi sementara urine masih negatif, dan sebaliknya urine bisa positif walau gula darah normal.

Penyebab glukosa urine positif

KeadaanGula darahKeterangan
Diabetes yang belum terkontrolTinggiPenyebab paling sering [1]
Minum obat golongan SGLT2 inhibitorBisa normalMemang cara kerja obatnya [2]
KehamilanBisa normalSering ditemukan, belum tentu diabetes kehamilan [3]
Glukosuria renal (bawaan)NormalKelainan penyerapan gula di ginjal, umumnya jinak [2]
Gangguan tubulus ginjal yang lebih luasNormalMisalnya sindrom Fanconi [1]

Selain diabetes, gula darah tinggi yang membuat urine positif juga bisa terjadi pada sindrom Cushing serta penyakit hati dan pankreas [1].

Obat SGLT2 inhibitor

Obat golongan ini, misalnya dapagliflozin dan empagliflozin, dipakai untuk diabetes, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Obat ini menghambat SGLT2, pengangkut yang bertugas menyerap kembali gula di bagian awal tubulus ginjal. Akibatnya gula sengaja dibuang lewat urine [2]. Jadi bila kamu minum obat ini, glukosa urine positif adalah hal yang diharapkan dan tidak berarti diabetesmu memburuk. Pada pengguna obat ini, glukosa urine juga tidak bisa dipakai untuk menilai kontrol gula. Pakai gula darah atau HbA1c. Beri tahu petugas lab dan dokter obat apa saja yang kamu minum. Daftar obat lain yang bisa mengubah hasil lab ada di obat dan suplemen yang mengubah hasil lab.

Glukosuria renal

Sebagian orang lahir dengan pengangkut SGLT2 yang kurang berfungsi karena perubahan gen. Gula keluar di urine walau gula darah normal dan fungsi tubulus lain baik. Sebagian besar orang dengan kondisi ini tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti dalam jangka panjang [2]. Diagnosis ini baru dipikirkan setelah diabetes disingkirkan dengan pemeriksaan darah.

Kehamilan

Glukosa urine ditemukan pada sekitar separuh ibu hamil pada suatu saat selama kehamilan. Penyebabnya diduga karena aliran penyaringan di ginjal meningkat saat hamil [3]. Karena sering positif walau gula darah normal, glukosa urine kurang dapat diandalkan untuk menyaring diabetes kehamilan [3]. Pemeriksaan diabetes kehamilan dilakukan dengan tes gula darah, biasanya tes toleransi glukosa oral pada usia kehamilan 24 sampai 28 minggu [4].

Langkah berikutnya: periksa gula darah

Diagnosis diabetes ditegakkan dari darah. Menurut Standards of Care American Diabetes Association (ADA) 2026, diabetes didiagnosis bila memenuhi salah satu dari kriteria berikut [4]:

  • Gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih, setelah puasa minimal 8 jam.
  • Gula darah 2 jam pada tes toleransi glukosa oral 200 mg/dL atau lebih.
  • HbA1c 6,5 persen atau lebih.
  • Gula darah sewaktu 200 mg/dL atau lebih disertai keluhan khas, seperti sering kencing, sering haus, dan berat badan turun tanpa sebab.

Tanpa keluhan yang jelas, hasil yang tinggi perlu dipastikan dengan pemeriksaan kedua [4]. Bila hasilnya di antara normal dan diabetes, baca arti hasil prediabetes.

Bandingkan hasil urine dan darahmu dengan nilai rujukan di lembar lab sendiri. Cara pelaporan glukosa urine (negatif, +1 sampai +4, atau dalam mg/dL) berbeda antar lab.

Bila diabetes sudah pasti

Gula darah yang lama tinggi bisa merusak saringan ginjal. Orang dengan diabetes dianjurkan rutin memeriksa albumin urine dan eGFR walau tidak ada keluhan. Penjelasannya ada di bagaimana diabetes merusak ginjal dan albumin urine (UACR).

Kapan harus ke dokter?

  • Glukosa urine positif disertai sering kencing, sangat haus, dan berat badan turun
  • Glukosa urine disertai keton urine positif, mual, muntah, atau nyeri perut
  • Gula darah sewaktu 200 mg/dL atau lebih dengan keluhan khas diabetes
  • Glukosa urine positif saat hamil, untuk dijadwalkan tes gula darah
  • Napas cepat dan dalam, mengantuk, atau bingung pada orang dengan diabetes

Pertanyaan terkait

Gula darah puasa: nilai normal, prediabetes, dan diabetesHbA1c: arti angka dan target untuk penderita diabetesKeton urine positif: penyebab dan kapan berbahayaUrine lengkap (urinalisis): cara membaca hasilnya

Rujukan

  1. Simerville JA, Maxted WC, Pahira JJ. Urinalysis: a comprehensive review. Am Fam Physician. 2005;71(6):1153-1162. PMID 15791892 Lihat sumber
  2. Santer R, Calado J. Familial renal glucosuria and SGLT2: from a mendelian trait to a therapeutic target. Clin J Am Soc Nephrol. 2010;5(1):133-141. PMID 19965550 Lihat sumber
  3. Alto WA. No need for glycosuria/proteinuria screen in pregnant women. J Fam Pract. 2005;54(11):978-983. PMID 16266604 Lihat sumber
  4. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S27-S49. PMID 41358893 Lihat sumber

Riwayat artikel

  • Diterbitkan: 7 Oktober 2026

Artikel ini disusun Tim Redaksi Ginjalpedia dari pedoman klinis dan riset yang dikutip di bawah, dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Laporkan kesalahan di artikel ini